Waspada Pinjaman Online, OJK Diminta Masifkan Langkah Antisipatif

Jumat, 21 Mei 2021 17:51

OJK. (Ilustrasi)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Jeratan ‘kejam’ pinjaman online dari fintech lending ilegal menyeruak beberapa hari terakhir. Seorang guru PAUD di Malang sampai dipecat dari tempatnya mengajar karena tersangkut pinjaman online ilegal.

Guru TK tersebut menyampaikan bahwa dia telah meminjam melalui 19 fintech lending ilegal dan 5 fintech lending terdaftar/berizin di OJK dengan total kewajiban mencapai sekitar Rp35 juta.

Satgas Waspada Investasi (SWI) mencatat hingga bulan April pihaknya kembali menemukan 86 platform Fintech Peer to Peer Lending (P2PL) ilegal dan 26 kegiatan usaha tanpa izin yang berpotensi merugikan masyarakat.

Bahkan sejak tahun 2018 hingga April 2021 SWI sudah menutup sebanyak 3.193 fintech lending ilegal.

Pengamat Keuangan Unismuh Makassar, Sutardji Tui mengatakan, OJK harus menjadikan kasus guru PAUD yang diteror pinjol tersebut menjadi pintu masuk untuk dapat lebih antisipatif terhadap pinjol. Apalagi pinjol dari fintech lending ilegal.

“Seharusnya OJK pajang saja itu pinjol ilegal. Jadi masyarakat bisa antisipasi. Kan bisa pajang di koran atau di media-media,” ungkap Sutardji, Jumat (21/5/2021).

Ia menilai, ada sejumlah alasan yang membuat masyarakat akhirnya memilih untuk meminjam atau kredit melalui pinjol. Antara lain sebab pinjol lebih mudah untuk pencairan pinjaman. Ini membuat masyarakat terbuai.

“Pinjol dirasa cepat dan tak ribet. Makanya banyak yang tertarik. Tetapi mereka tak tahu sepak terjang dan latar belakang pinjol tersebut,” jelasnya.

Bagikan berita ini:
9
8
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar