Bulog Bidik Serap Beras Pulu Mandoti, Produksi Unggulan Petani Enrekang

Sabtu, 22 Mei 2021 14:15

Lebih lanjut Eko Pranoto mengatakan, untuk saat ini, Bulog Sulselbar sudah melakukan kerja sama dengan pemerintah Provinsi, guna mendorong Aparatur Negeri Sipil (ASN) menggunakan produk Bulog dalam kebutuhan makan sehari-hari. Karena saat ini Bulog tak hanya memproduksi beras, namun sudah ada beberapa produk lain, seperti daging sapi maupun gula pasir.

“Kita sudah melakukan kerja sama dengan mengadirikan beras sekelas premium dan kami juga telah memiliki beras untuk dikonsumsi sebagai bentuk mengurangi stunting dan itu dari beras lokal,” ujarnya.

Selain beras Enrekang tadi, Bulog mengklaim telah terlebih dulu memasarkan Beras Karoni dan beras merah sejak tahun lalu.

“Beras yang diberi vitamin telah kita produksi di Bulog Parepare sebanyak lebih dari 50 ton. Bahkan kita sudah bisa menjual ke Kaltim. Kami lebih mengutamakan beras dari asli daerah.

Pada kesempatan yang sama, Head of Public Relations Perum Bulog, Tomi Wijaya menjelaskan, Dirut Bulog, Budi Waseso begitu ngotot mengutamakan produksi dalam negeri.

“Kami juga mengutamakan beras dengan kearifan lokal. Salah satunya di Sulsel,” paparnya.

Tahun ini target penyerapan beras secara nasional mencapai 1,4 juta ton. Namun ia menegaskan,sebenarnya dari pencapaian target yang diharapkan adalah tidak adanya gejolak harga di tingkat petani.

“Terget hanya sebatas angka dan acuan saja. Target utamanya adalah tidak adanya gejolak harga di tingkat petani saat panen raya. Intinya harga tidak jatuh,” paparnya. (endra/fajar)

Bagikan berita ini:
4
8
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar