Bulog Prioritaskan Serap Produksi Petani Lokal, Sumbangsi Terbesar dari Sulsel

Sabtu, 22 Mei 2021 11:28

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kedaulatan pangan nasional menjadi prioritas utama Perum Bulog. Budi Waseso, Direktur Utama Perum Bulog berani memastikan tidak akan melakukan impor beras hingga akhir tahun 2021. Hal ini sebagai penegasan polemik impor beras yang selama ini menimbulkan pro kontra.

Head of Public Relations Perum Bulog, Tomi Wijaya menjelaskan dari hasil panen raya yang didapat total penyerapan beras nasional sebanyak 650 ribu ton. Sumbangsi terbesar dari Sulawesi Selatan.

“Secara nasional, Sulsel peringkat satu,” katanya saat berkunjung ke redaksi FAJAR, Gedung Graha Pena, Kota Makassar, Jumat (22/5/2021).

Hal tersebut menjadi salah satu penegasan dan bukti bahwa Bulog benar-benar turun ke lapangan membeli beras petani dan mengutamakan beras dalam negeri.

“Makanya Dirut Bulog begitu ngotot mengutamakan produksi dalam negeri. Kami juga mengutamakan beras dengan kearifan lokal. Salah satunya di Sulsel,” bebernya.

Tahun ini terang Tomi, target penyerapan beras 1,4 juta ton. Sebenarnya dari pencapaian target itu adalah tidak adanya gejolak harga di tingkat petani.

“Target hanya sebatas angka dan acuan saja. Target utamanya adalah tidak adanya gejolak harga di tingkat petani saat panen raya. Intinya harga tidak jatuh,” pungkasnya.

Sebelumnya, Budi Waseso memastikan tidak akan melakukan impor beras dari luar negeri hingga akhir tahun 2021, lantaran kebutuhan beras atau Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sudah terpenuhi.

Di hadapan Komisi IV DPR RI, dia juga memaparkan, sampai akhir Mei 2021, cadangan beras Bulog mencapai 1,5 juta ton. Penyerapan beras dari petani pun masih berlanjut hingga Juni mendatang.

Sementara untuk bulan Agustus hingga September 2021, Bulog memperkirakan akan menyerap panen padi petani yang ditanam di musim kemarau. (endra/fajar)

Bagikan berita ini:
2
9
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar