Data Peserta BPJS Kesehatan Bocor, PKS: Ini Alarm Bagi Indonesia

Sabtu, 22 Mei 2021 15:41

Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Sukamta-- jawa pos

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Muncul dugaan kebocoran data pribadi penduduk Indonesia. Kali ini diduga menimpa 279 juta data peserta BPJS Kesehatan. Anggota Komisi I DPR Sukamta mengatakan sudah sangat sering terjadi kebocoran data pribadi di internet.

Seperti data di Tokopedia, Bukalapak, Lazada. Kemudian juga data di instansi publik seperti bocornya data pasien Covid-19, data Pemilu di KPU, dan dugaan yang yerbaru data BPJS Kesehatan.

Dia menilai itu akibat lemahnya ketahanan siber di Indonesia. Meski BPJS selalu maintenance agar keamanan data peserta terjamin kerahasiaannya, para hacker cukup memiliki keahlian yang terus diasah dengan teknologi yang terus diupdate.

“Data BPJS Kesehatan ini sangat besar, 279 juta, termasuk data peserta yang sudah meninggal. Jumlah ini hampir sama dengan jumlah total penduduk Indonesia. Ini alarm bagi Indonesia,” ujar Sukamta kepada wartawan, Sabtu (22/5).

Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut menambahkan bahwa pemerintah harus segera menginvestigasi kasus ini. Hal ini dilakukan agar publik mengetahui apa sumber kebocoran tersebut.

Langkah-langkah mitigasi harus dilakukan agar data yang sudah terlanjur bocor tadi disetop penyebarannya dan dimusnahkan. Pemerintah juga harus memiliki antisipasi efek dari bocornya data ini, apakah setelah ini akan ada serangan lain di dunia maya yang bisa mengguncang ketahanan siber Indonesia.

Bagikan berita ini:
3
9
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar