Huntap Dulu, Baru Rujab

  • Bagikan

Fajar.co.id, Luwu Utara -- Kurang lebih 10 bulan pascabencana banjir bandang yang menerjang kota Masamba dan sebagian wilayah lainnya di Luwu Utara pada 13 Juli 2020 lalu, berbagai upaya penanganan pascabencana terus dilakukan pemerintah, baik kabupaten, provinsi maupun pusat.

Selain pembangunan tanggul permanen di tiga sungai besar, pembangunan kanal dan drainase permanen kota Masamba, serta penimbunan badan jalan untuk mencegah terjadinya genangan air saat hujan deras, maka hal lain yang tak kalah pentingnya adalah pemenuhan hunian tetap (huntap) bagi korban bencana yang kehilangan tempat tinggal.

Meski tidak sedikit fasilitas umum dan aset pemerintah rusak akibat banjir bandang, tapi pemerintah tetap memprioritaskan ketersediaan huntap bagi korban bencana, sebelum membenahi fasilitas yang lain. Tahun lalu, 50 unit huntap bantuan Pemprov Sulsel selesai dibangun, dan beberapa bantuan huntap lainnya dari beberapa yayasan. Nah, tahun ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan akan membangun 897 unit huntap yang pembangunannya diharapkan selesai akhir tahun. Kepastian ini didapat usai Bupati Luwu Utara menerima kunjungan perwakilan dari BNPB, Jumat (21/5/2021) kemarin.

Mengetahui adanya kepastian pembangunan 897 unit huntap, maka Bupati Indah Putri Indriani mulai fokus membenahi aset pemerintah yang lain, termasuk Rumah Jabatan Bupati yang juga rusak parah akibat diterjang banjir bandang.

“Karena hunian tetap untuk masyarakat yang kehilangan tempat tinggal sudah bisa kita pastikan ada, makanya kita mulai fokus pembenahan aset kita yang rusak, termasuk rumah jabatan Bupati,” kata Bupati Indah Putri Indriani saat meninjau Rujab yang sudah ia tempati lima tahun terakhir itu.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan