Isu Pembongkaran Makam Putri Sultan Hasanuddin di Kalbar, Keturunan di Sulsel Geram

Sabtu, 22 Mei 2021 20:32

Makam I Fatimah, putri Sultan Hasanuddin.

FAJAR.CO.ID, GOWA — Kabar yang beredar bahwa makam I Fatimah Daeng Takontu di Pulau Temajo, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat akan dibongkar membuat keturunannya geram.

Salah satunya Raja Gowa XXXVIII, Andi Kumala Idjo, tak ingin makam keluarganya itu digusur untuk kepentingan pihak luar. Apalagi yang tidak memiliki garis keturunan apa pun dengan dirinya.

Dia tak tinggal diam. Kumala Idjo mengaku telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Mempawah dan kepolisian untuk mengusut kabar akan adanya penggusuran itu.

Dia bilang, ada salah satu pihak luar yang ingin membangun Surau atau tempat ibadah di pulau tersebut, namun harus mengorbankan makam yang telah dipakai untuk makam orang kerajaan asal Sulawesi Selatan tersebut.

“Sebenarnya ini persoalan pembangunan Surau yang mau membangun di atas tanahnya orang, di luar kawasan makam I Fatimah,” katanya saat dikonfirmasi, Sabtu (22/5/2021).

“Tanah itu, kalau dilihat dari sisi kepemilikan pulau itu, memang lima tahun lalu belum ada pemilik. Saya yakin milik kesultanan di sana namun karena berubah situsasi kondisi. Tetapi yang penting Pemda Mempawah sudah ambil tindakan,” sambung dia kepada jurnalis Fajar.co.id.

Secara tata letak, kata dia, makam milik I Fatimah dan suaminya, Daeng Talibe di sana berada sekitar 150 meter dari bibir pantai. Kondisi makam di sana pun, lanjut dia, dalam kondisi atap makam yang nyaris rubuh.

Bagikan berita ini:
8
3
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar