Ganjar Pranowo Tak Diundang Pengarahan Kader, Gus Umar: Jangan Kebanyakan Pencitraan di TikTok dan YouTube

Minggu, 23 Mei 2021 17:48

Gus Umar (@UmarAlChelsea75)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani diduga menyindir Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo sebagai pemimpin yang hanya tampil di media sosial.

Pernyataan itu, dilontarkan Puan dalam acara pengarahan kader PDIP untuk penguatan soliditas partai menuju Pemilu 2024 di Semarang pada Sabtu (23/5). Terlebih lagi, Ganjar Pranowo tidak diundang dalam kegiatan itu. Padahal sejumlah pejabat daerah dan kader terbaik ikut diundang.

Tokoh NU, Umar Sadat Hasibuan atau Gus Umar merespon kabar tersebut. Dia menilai, Ganjar terlalu eksis di media sosial, dari YouTube hingga TikTok.

“Den Ganjar disindir puan pemimpin ala medsos? Makanya jangan kebanyakan pencitraan di TikTok dan YouTube. Hajar mbak puan,” tulis Gus Umar di Twitternya, Ahad (23/5).

Cuitan Gus Umar, senada dengan pernyataan ketua DPD PDIP Jawa Tengah, Bambang Wuryanto menilai, Ganjar terlalu berambisi Capres 2024. Sampai-sampai Ganjar harus menjadi YouTuber.

“Hal ini ditengarai dengan tingginya intensitas Ganjar di media sosial dan media massa, bahkan Ganjar sampai rela menjadi ‘host’ di youtube-nya, padahal hal serupa tak dilakukan oleh kader PDIP lain yang juga berpotensi untuk ‘nyapres’” ujar Bambang lewat keterangan tertulisnya.

Pria yang akrab disapa Bambang Pacul ini sekali lagi mengingatkan jika elektabilitas saat ini belum bisa dijadikan patokan dalam pertempuran pilpres yang sesungguhnya.

Elektabilitas yang saat ini hanya terdongkrak dari pemberitaan dan medsos. Hal itu mudah dikalahkan dalam pertarungan secara riil.

“Hal ini disampaikan bukan sebagai teguran bagi Ganjar yang juga kader PDIP. Ini bukan teguran, karena ia merasa lebih tinggi dari kita (DPD PDIP Jateng). Ia merasa yang bisa menegur hanya Ibu (Ketua Umum Megawati Soekarnoputri),” ujarnya.

Adapun dalam arahannya, Puan Maharani mengatakan, PDIP memastikan telah membuat target kemenangan pada Pemilu 2024.

Puan meminta semua kader PDIP di Jateng untuk berjuang secara riil. Yaitu turun langsung menyapa masyarakat di lapangan bukan hanya di media sosial.

“Socmed diperlukan, media perlu. Tapi bukan itu saja. Harus nyata kerja di lapangan,” ujarnya Puan.

“Kita diem-diem saja kaya ndak siap. Kita siap! Hanya, kita itu partai yang tegak lurus pada aturan,” ungkapnya. (fin)

Bagikan berita ini:
10
1
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar