Literasi Gizi Rendah, Anak-anak Diberi Kental Manis di Sejumlah Daerah

Minggu, 23 Mei 2021 16:40

ILUSTRASI. Selama ini literasi gizi banyak simpang siur atau salah persepsi, yang menganggap susu kental manis itu sebag...

FAJAR.CO.ID — Kental Manis atau dulunya dikenal sebagai Susu Kental Manis (SKM) bukan susu. Maka anak-anak tak direkomendasikan diberikan kental manis sebagai minuman sehari-hari. Sayangnya orang tua di sejumlah daerah dianggap masih belum memahami karena literasi gizi yang rendah.

Dokter Spesialis Anak Dr. dr. Nur Aisiyah Widjaja SpA (k) dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Nutrisi dan Penyakit Metabolik mengatakan, tumbuh kembang anak sejak lahir sampai usia 2 tahun sangat pesat. Di usia itu, anak memerlukan pemberian makanan yang mengandung zat gizi mikro (protein, lemak, karbohidrat) dan makro (vitamin dan mineral) untuk mencapai tumbuh kembang optimal.

“Kalau kita memberikan nutrisi yang salah maka itu akan berdampak pada gangguan pertumbuhan,” jelas dr. Nur Aisiyah dalam webinar Edukasi Gizi yang diselenggarakan HIMPAUDI bersama Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) baru-bari ini.

Ketua Harian YAICI Arif Hidayat menambahkan pengenalan literasi gizi yang masih rendah di masyarakat selama ini. Sehingga telah menyebabkan hampir 100 tahun Indonesia direcoki oleh informasi yang salah atau iklan yang salah terutama mengenai asupan gizi seperti kental manis.

“Jadi, kebanyakan selama ini literasi gizi banyak simpang siur atau salah persepsi, yang menganggap susu kental manis itu sebagai minuman bernutrisi. Padahal faktanya tidak lebih adalah mengandung gula yang cukup tinggi yang tidak lain hanyalah sirup beraroma susu,” kata Arif.Karenanya, dia berharap orang tua nantinya dapat memberikan asupan gizi kepada balita atau anak-anak mereka, yang sesuai dengan apa yang dianjurkan oleh pemerintah ataupun peraturan yang ada di Indonesia. “Jadi, harus sesuai dengan kebutuhan gizi anak-anak, tidak boleh banyak gula,” ujarnya.

Bagikan berita ini:
9
4
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar