Soal “Penyerangan” Kapolda Papua, Kabid Humas: Itu Tarian Waeta

Minggu, 23 Mei 2021 11:43

Irjen Pol Mathius Fakhiri

FAJAR.CO.ID — Suasana ricuh sempat terjadi ketika jenazah Klemel Tinal tiba di rumah duka daerah Kota Jayapura pada Sabtu, (22/5/2021). Kapolda serta sejumlah pejabat Papua yang datang ke rumah dukua dilempari benda-benda oleh kerabat almarhum Klemel Tinal.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal meluruskan soal “penyerangan” terhadap Kapolda Papua, Irjen Mathius Fakhiri saat sedang melayat ke rumah duka Wakil Gubernur Klemen Tinal, pada Sabtu, 22 Mei 2021, kemarin.

Kamal menyampaikan, penyerangan yang terjadi terhadap Kapolda Papua serta tamu yang datang ke rumah duka almarhum Klemen Tinal, merupakan adat-istiadat masyarakat setempat. Kerabat Klemen Tinal dan masyarakat setempat melakukan ritual kepercayaan yang disebut dengan tarian waeta.

Tarian waeta, kata Kamal, merupakan kepercayaan atau adat-istiadat setempat yang dilakukan dengan cara menari sambil melempari tamu yang datang dengan berbagai benda. Namun, tarian itu tidak berlangsung lama.

“Itu tarian waeta sesuai adat mereka sambil menari dan melempari kaca dengan batang-batang dan batu, Kapolda dan tamu yang lain berada di sekitar TKP. Itu kepercayaan mereka, tidak lama kemudian tenang seperti situasi berduka,” kata Kamal saat dikonfirmasi MNC Portal Indonesia, Minggu (23/5/2021).

Kamal menekankan bahwa kejadian terhadap Kapolda Papua di rumah duka Klemen Tinal bukan suatu penyerangan. Kata Kamal, kepercayaan tarian waena dilakukan oleh kerabat Klemen Tinal sebagai bentuk kehilangan.

Bagikan berita ini:
10
8
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar