Taufan Pawe: Musda Golkar di Daerah Jangan Gaduh!

Minggu, 23 Mei 2021 18:47

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — DPD I Golkar Sulsel menggelar Halalbihalal secara virtual yang diikuti seluruh kader partai, organisasi sayap, dan 152 anggota fraksi Golkar se-Sulsel.

Hikmah Halalbihalal yang dibawakan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Prof Hamdan Juhannis ini dipusatkan di Kantor Golkar Sulsel, Jalan Amanagappa, Makassar, Sabtu (22/5/2021) malam.

Ketua Golkar Sulsel Taufan Pawe mengatakan, Halalbihalal ini merupakan salah satu kemampuan pengurus Golkar Sulsel menerjemahkan kebijakan Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto yang sebelumnya telah menggelar Halal Bihalal bersama kader seluruh Indonesia.

Dalam pesannya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian itu meminta kader agar memanfaatkan kefitraan usai melewai bulan suci Ramadan untuk mengembalikan kejayaan Partai Golkar.

“Pesan Bapak Airlangga, kader Golkar harus selalu hadir dalam segala situasi dan kondisi, baik suka maupun duka. Malam ini kita berkomitmen dalam melewati bulan suci ramadan kita kembali fitrah, kefitraan kita ini kita tumbuh kembangkan dari waktu ke waktu untuk membangkitkan kejayaan Partai Golkar,” pesan TP.

Ketua MKGR Sulsel itu meyakini Partai Golkar Sulsel akan kembali kembali kejayaannya. Hal itu ia lihat dari ketua-ketua terpilih hasil musda merupakan sosok mumpuni.

Dirinya meminta para ketua menjaga solidaritas dan terus membangkitkan jiwa militansi kader. Diketahui 11 DPD II Golkar telah menggelar musda. Adapun 13 musda daerah ditargetkan rampung hingga akhir Juni mendatang.

“Yang belum melaksanakan saya himbau dengan penuh harapan, agar pelaksanaan musda di daerah jangan sampai terjadi hal-hal yang kita tidak inginkan. Jangan ada kegaduhan. Semuanya dibicarakan baik-baik. Kalau ada hal-yang sulit dilakukan, DPD I siap memfasilitasi dan pada akhirnya memberikan solusi terbaik. Kita juga harapkan pada akhir bulan Juni depan, semua musda sudah selesai,” katanya.

Adapun Hikmah Halalbihalal Prof Hamdan Juhannis mengatakan, politik dalam Islam adalah untuk kesejahteraan umat. Sesungguhnya politik itu hanya media untuk berbuat sesuai tuntunan agama agar menghadirkan kesejahteraan masyarakat.

“Karena kalau tidak hadir politik pasti tidak ada kesejahteraan. Rasulullah saja berpolitik dalam menyiarkan agama islam. Makanya kita harus jadikan beliau teladan,” pungkasnya. (endra/fajar)

Bagikan berita ini:
2
5
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar