72 Perusahaan Mendaftar Vaksinasi Gotong Royong, Menyasar 110 Ribu Orang

Senin, 24 Mei 2021 17:32

Suasana vaksinasi kepada buruh dan pekerja di Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Selasa (4/5/2021). Vaksinasi massal ...

FAJAR.CO.ID, SURABAYA — Harapan untuk mempercepat herd immunity alias kekebalan kelompok makin menemui titik terang. Sebab, Pemkot Surabaya dan pihak swasta bahu-membahu mempercepat vaksinasi. Tujuannya, jangkauan vaksinasi sebagai upaya memutus rantai penularan Covid-19 semakin efektif.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Surabaya Febria Rachmanita menyampaikan, sejauh ini sudah ada 72 perusahaan di Surabaya yang mendaftar vaksinasi gotong royong. Puluhan perusahaan itu akan menyasar sedikitnya 110 ribu orang. Mulai karyawan, keluarganya, hingga pihak-pihak yang terkait lainnya. ’’Tentu ini kabar gembira. Sebab, ada 110 ribu orang yang akan divaksinasi gotong royong,’’ kata Febria Minggu (23/5).

Pemkot, lanjut dia, memang berharap banyak pada peran perusahaan swasta. Pemerintah tidak bisa sendirian berperang melawan pandemi Covid-19. Apalagi, vaksinasi gotong royong juga sangat bermanfaat bagi perusahaan. Dengan vaksinasi para karyawan, bidang perekonomian akan kembali bergairah. Sektor industri bisa bergulir lebih nyaman dan aman sehingga aktivitas produksi menjadi lebih maksimal. ’’Tentu ini terobosan yang sangat besar bagi dunia usaha,’’ ujar Feni, sapaannya.

Meski demikian, dia berpesan kepada para pengusaha dan karyawan yang sudah divaksin agar tetap melaksanakan protokol kesehatan. Sebab, vaksinasi bukan jaminan bagi seseorang untuk tidak terpapar Covid-19. ’’Setelah divaksin, prokes tetap harus ditaati,’’ imbuhnya.

Pemkot, kata Feni, terus bekerja keras melakukan vaksinasi ke semua kalangan. Melalui puskesmas, pihaknya melakukan vaksinasi secara door-to-door. Jemput bola menyasar banyak lansia hingga pedagang kaki lima (PKL). Setiap puskesmas ditarget menyasar 300 lansia per hari. Sejauh ini, total lansia yang sudah divaksin mencapai 210 ribu orang dari total target sasaran 253 ribu lansia. ’’Nah, melalui vaksinasi gotong royong, tentu jumlah ini akan terus bertambah,’’ imbuh Feni.

Di antara 72 perusahaan yang ikut vaksinasi gotong royong, banyak yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).

Wakil Ketua Dewan Pemimpinan Provinsi (DPP) Apindo Jatim Tri Andi Suprihartono mengakui, perusahaan yang mendaftar ikut vaksinasi gotong royong terus bertambah. Menurut dia, pelaksanaan vaksinasi masih menunggu ketersediaan vaksin. ’’Mungkin akhir Mei ini,’’ terangnya.

Dia menambahkan, prosedur pengadaan vaksin berbeda dengan program imunisasi yang dilakukan pemerintah. Sejauh ini, perusahaan berkoordinasi dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Kementerian BUMN. Dalam hal ini dengan PT Kimia Farma Tbk sebagai distributor. ’’Banyak yang masih menunggu ketersediaan (vaksin, Red) karena ada proses distribusi,’’ jelas Tri Andi.

Ketua Asosiasi Pengusaha Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jawa Timur Sutandi Purnomosidi mendukung penuh program vaksinasi gotong-royong. Menurut dia, semakin banyak perusahaan yang mengikuti program itu akan semakin baik. Sebab, selain memperluas jangkauan vaksinasi, kondisi itu akan menguntungkan perusahaan setempat. Sebab, kegiatan produksi perusahaan akan bangkit seiring dengan banyaknya karyawan yang telah divaksin. ’’Tentu ini ikhtiar bersama untuk membangkitkan ekonomi,’’ ujarnya.

Menurut dia, setiap perusahaan memang memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Meski begitu, vaksinasi mandiri itu tidak lantas memberatkan perusahaan. Sebab, setiap badan usaha sudah menghitung pengeluaran. Salah satunya bisa melalui dana CSR yang dipakai untuk vaksinasi karyawan dan keluarganya.

Sebagai informasi, Kemenkes telah menetapkan harga vaksin gotong royong sebesar Rp 321.660 per dosis. Sementara itu, tarif maksimal layanannya Rp 117.910 per dosis. Dengan demikian, vaksinasi mandiri dikenai biaya maksimal atau paling tinggi Rp 439.570 per dosis. (jpg/fajar)

Bagikan berita ini:
1
8
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar