Pandemi Covid-19 Berakhir jika Tak Ada Pasien yang Masuk Rumah Sakit

Senin, 24 Mei 2021 19:10

Bos vaksin Profesor Andrew Pollard dari Oxford Vaccine Group mengatakan pandemi Covid-19 disebut akan berakhir jika tak ...

FAJAR.CO.ID, OXPORD — Efektivitas vaksin Covid-19 masih terus dipantau seiring mengejar target kekebalan kawanan (herd immunity). Pandemi Covid-19 disebut akan berakhir jika tak ada lagi pasien dengan kondisi berat dan masuk RS.

Hal itu diungkapkan oleh bos vaksin Profesor Andrew Pollard dari Oxford Vaccine Group. Dia mengatakan data yang menunjukkan apakah suntikan Covid-19 mencegah rawat inap dari jenis baru India harus tersedia dalam beberapa minggu.

“Pandemi sudah berakhir jika angka pasien kritis tak ada lagi, dan hanya jatuh sakit ringan karena virus,” tegasnya seperti dilansir dari Mirror, Senin (24/5).

Lonjakan infeksi dari varian India memicu kekhawatiran di Inggris. Perdana Menteri Boris Johnson mengisyaratkan bahwa tahap akhir pelonggaran lockdown pada 21 Juni bisa diragukan.

Tetapi harapan meningkat bahwa vaksin bertahan kuat terhadap strain baru. Sebuah studi oleh Public Health England (PHE) menemukan bahwa vaksin Pfizer 88 persen efektif melawan varian India setelah dua dosis suntikan.

Penelitian yang berlangsung antara 5 April dan 16 Mei, menemukan bahwa suntikan hampir sama efektifnya terhadap penyakit simptomatik dari strain B1617.2 dibandingkan dengan varian Kent dengan efektivitas 93 persen. Dosis vaksin AstraZeneca 60 persen efektif, dibandingkan dengan 66 persen terhadap varian Kent pada periode yang sama.

Kedua vaksin itu 33 persen efektif melawan penyakit simptomatik dari varian India tiga minggu setelah dosis pertama, dibandingkan dengan sekitar 50 persen melawan strain Kent. Prof Pollard mengatakan kepada program BBC’s Today bahwa sebuah kondisi dinyatakan pandemi ketika banyak pasien yang harus masuk rumah sakit.

Bagikan berita ini:
5
4
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar