Penjualan Jajanan Khas Malino Menurun Drastis, Selain Pandemi, Penyekatan Juga Jadi Penyumbang

Senin, 24 Mei 2021 20:12

Jajanan Khas Malino

FAJAR.CO.ID, GOWA – Aktivitas penyekatan di sejumlah wilayah di Tanah Air ternyata juga berpengaruh di sektor ekonomi. Salah satunya penjual cemilan khas Malino, Kabupaten Gowa.

Para pedagang yang menjual aneka cemilan khas dataran tinggi di Kabupaten Malino ini seperti tenteng, wake, dodol, dan lain sebagainya sepi peminat.

Tak hanya pandemi yang menjadi penyebab. Aktivitas penyekatan bagi wisatawan yang ingin berlibur ke Malino pun jadi penyumbang angka penjualan mereka menurun.

“Kurang pembeli 30 persen. Penurunan sejak tahun lalu. Sejak pandemi ditambah giat pencegatan di gerbang masuk Malino,” kata pedagang, Waris, Senin (24/5/2021).

Penyekatan di gerbang masuk Malino yang dilakukan oleh aparat gabungan merupakan langkah untuk memutus mata rantai Covid-19. Wisatawan yang datang ke sana dibatasi yakni hanya 50 persen saja. Termasuk di wisma di sana.

Petugas hanya mengizinkan para pengendara masuk ke kawasan Malino untuk para pengendara yang telah vaksin dan dibuktikan dengan bukti yang telah ada, dan warga sekitar saja. Selebihnya dilarang.

“Jadi mereka yang tinggal di luar Kabupaten Gowa atau Kecamatan Tinggimoncoing, kami perintahkan putar balik. Kami tak larang berlibur. Hanya kami batasi karena jumlah pengunjung di Malino sudah di atas 50 persen,” kata Kabag Ops Polres Gowa, Kompol Tamba Hamid di lokasi. (Ishak/fajar)

Bagikan berita ini:
5
7
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar