Vito Zakaria Cerita ke Ibunya Terlibat Tawuran karena Pacar Teman Diperkosa

Senin, 24 Mei 2021 09:50

BERDUKA: Orang tua korban menunjukkan foto putranya, M Vito Zakaria. (M MAHRUS/RADAR SURABAYA)

FAJAR.CO.ID, SURABAYA – – M Vito Zakaria, 18, pemuda yang ditemukan meninggal dunia di Jalan Siwalankerto Timur I Nomor 238, Surabaya, tewas setelah dikeroyok belasan pemuda di depan Universitas Kristen Petra, Siwalankerto, Surabaya, Jumat (21/5) dini hari.

Babinsa Kelurahan Siwalankerto Serda Haris Faizin mengatakan awalnya menerima laporan dari Subeki, pemilik kos, Jumat (21/5) sekitar pukul 08.00.

Saat ditemukan posisi korban tengkurap di kamar. Korban mengalami luka memar di bagian kepala dan punggung. “Korban pulang ke kos sekitar pukul 03.00. Ada dua kemungkinan. Pertama, korban pulang sendirian setelah dikeroyok. Kedua, diantar temannya, kemudian meninggal di kos,” ujar Haris saat ditemui di Jalan Siwalankerto Timur I Nomor 238, Surabaya.

Haris menambahkan, saat ditemukan meninggal dunia, motor korban juga ada di lokasi. ”Jumat (21/5) sekitar pukul 02.30 keterangan warga saya di depan Petra ada ramai perkelahian atau pengeroyokan. Korban dikeroyok sekitar 15 orang,” sebutnya. Ada dugaan, pengeroyokan korban, karena ada dendam dari kelompok pelaku yang diduga pernah berselisih dengan kelompok korban.

Pemilik kos, Subeki, 48, menambahkan, korban baru tinggal di indekosnya belum ada satu bulan. “Kalau ribut di kos gak ada. Namanya anak kos, kadang ya ada temannya main ke sini,” ucap Subeki.

Sementara ibu korban, Sulasih, 44, menyatakan tiga hari sebelum meninggal dunia, Vito pernah bercerita baru saja tawuran dengan kelompok pemuda lain. ”Tiga hari sebelum meninggal anak saya ngomong, Bu, aku mari tawuran. Aku nggak terima koncoku apik pacare diperkosa,” ujar Sulasih menirukan cerita anaknya, ditemui di Jalan Siwalankerto Timur V-D Nomor 39, kemarin.

Bagikan berita ini:
8
2
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar