51 Pegawai KPK Tidak Bisa Dibina, Pimpinan KPK Enggan Beber Identitas

Selasa, 25 Mei 2021 20:40

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata. (Biro Humas KPK)

FAJAR.CO.ID, JAkARTA — Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) enggan membeberkan secara rinci 51 nama pegawai yang tidak bisa mengikuti tes seleksi alih status menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Serta juga enggan membeberkan 24 nama pegawai yang diperkenankan melakukan tes ulang.

“Jadi untuk nama-nama sementara tidak kami sebutkan dulu. Baik yang masih 24 orang yang masih bisa dilakukan pembinaan, maupun 51 dinyatakan asesor tidak bisa dilakukan pembinaan,” kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di kantor BKN, Selasa (25/5).

Alex menyampaikan, keputusan 51 pegawai yang tidak bisa lagi mengikuti tes ulang alih status pegawai menjadi ASN diambil dari rapat bersama antara KPK dengan BKN dan stake holder terkait.

Sementara itu, 24 orang pegawai KPK lainnya masih diberikan kesempatan untuk mengikuti TWK ulang dan pelatihan bela negara. Mereka akan mengikuti pelatihan bela negara dan tes wawasan kebangsaan.

Kendati demikian, sebelum mengikuti pelatihan bela negara dan TWK ulang, 24 pegawai KPK tersebut diwajibkan menandatangani kesediaan untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan wawasan kebangsaan dan bela negara. “Kalau kemudian yang bersangkutan itu tidak lolos yang bersangkutan tidak bisa diangkat menjadi ASN,” tegas Alex.

Alex tak memungkiri, pegawai KPK harus memiliki kualitas. Sehingga tidak hanya aspek kemampuan, tapi juga kecintaan pada tanah air, bela negara dan kesetiaan pada Pancasila. Serta bebas dari radikalisme dan organisasi terlarang.

Bagikan berita ini:
3
7
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar