Haedar Nashir: Bela Palestina Adalah Amanat Konstitusi

Selasa, 25 Mei 2021 23:05

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengatakan, dukungan Indonesia terhadap Palestina setidaknya memiliki tiga landasan pokok. Yakni amanat konstitusi, hutang sejarah, dan solidaritas negara dunia ketiga.

Amanat konstitusi termaktub dalam pembukaan UUD 1945 yang berbunyi, “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan.”

Selain itu, tujuan nasional Indonesia juga termaktub dalam potongan kalimat pembukaan UUD 1945 alinea keempat yang berbunyi, “melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.”

Dalam catatan sejarah, Palestina juga merupakan salah satu negara paling awal yang memberikan pengakuan kemerdekaan Indonesia. Faktor-faktor inilah yang membuat dukungan Indonesia terhadap Palestina adalah keniscayaan.

Haedar Nashir pun heran dengan elite bangsa yang alih-alih menaati perintah konstitusi, justru malah condong mendukung Israel dan mengajak warga bangsa bersikap pasif terhadap Palestina.

“Dalam konteks ini kita mengutuk sekeras-kerasnya Israel dan siapa pun kekuatan yang terus mengawetkan agresi dan nafsu kolonialisme. Saya pikir perlu dicerahkan para elite bangsa dan warga bangsa yang masih memandang bahwa bela Palestina adalah bentuk primordialisme atau mengekspor berbagai perilaku keislaman yang huru-hara di Timur Tengah ke Indonesia,” jelas Haedar dalam keterangannya, Selasa (25/5/2021).

Tak hanya mengkritik elite bangsa, Haedar juga mengkritik umat muslim agar mau bersikap objektif. Yakni menggerakkan semangat dan dukungan anti penjajahan konstitusi itu pada negara mana pun yang tertimpa kemalangan, bukan hanya pada negara muslim saja.

“Intinya kita pahamkan warga dan elite bangsa yang belum paham sejarah dan konstitusi juga jiwa konstitusi Indonesia bahwa bela Palestina dan bela setiap hal yang mirip dengan Palestina. Orang Islam juga harus jujur dan adil kalau ada peristiwa yang sama dan menimpa golongan lain, yang kebetulan tidak terikat dengan agama kita. Kita harus membela, jangan diam,” tegasnya.

Muhammadiyah sendiri menurut Haedar akan terus berupaya menjadi faktor umat Islam yang diperhitungkan sebagai faktor dan aktor kemajuan peradaban. Karena itu, Haedar berpesan agar warga Muhammadiyah tidak larut dalam aksi yang tidak produktif dan hanya retorika.

“Jadi Muhammadiyah harus adil membela setiap peristiwa yang menjadi korban dari agresi dan tindakan semena-mena, atas nama apa pun,” pungkasnya. (endra/fajar)

Bagikan berita ini:
8
1
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar