Hobi Elus-elus Burung Bikin Porak-porandakan Rumah Tangga

Selasa, 25 Mei 2021 10:56

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: JUJUK SUWANDONO)

FAJAR.CO.ID, SURABAYA — Seekor burung ternyata bisa memporak-porandakan rumah tangga yang sudah dibangun belasan tahun. Kok bisa?

Menikah dengan Donwori, 37, bukannya bahagia, Karin, 35, malah sengsara. Bagaimana tidak sengsara, pria yang sudah menikahinya selama 11 tahun itu semakin hari malah tambah malas. Baginya, hobi adalah nomor satu. Cari nafkah justru cuma selingan. Donwori ini hobinya adu burung dara.

Hal itu membuat Karin semakin stres dan memutuskan bercerai dengan suaminya itu. Karin merasa suaminya sudah tidak layak lagi menjadi panutan. Karin yang sehari-harinya bekerja sebagai sales, sudah susah payah mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Tapi, Donwori sebagai kepala keluarga malah asyik, santai-santai sembari merawat burung-burungnya. Tiap pagi dan sore kerjaannya hanya elus-elus burung. “Heran sama suami saya. Saya capek-capek kerja, kok dia malah sibuk dengan hobinya yang gak ada hasilnya blas,” kata Karin dengan muka ditekuk-tekuk seperti surat penolakan cinta zaman dulu.

Menurut Karin, Donwori sudah keterlaluan. Ketika diminta untuk mencari kerja, Donwori tidak pernah menggubris. Selain sibuk dengan burungnya, Donwori juga sibuk meminta uang kepada Karin. Alasannya untuk mencari kerja, akan tetapi Donwori malah menggunakannya untuk adu burung dara.

ak jarang Donwori meminta uang dalam jumlah lumayan. Bahkan, pernah uang untuk kebutuhan hidup diambil Donwori untuk biaya judi burung. Terus menerus diperlakukan seperti itu, Karin pun tak betah. Ia tersiksa lahir dan batin. Uangnya terus berkurang, juga harus menanggung malu pada teman, tetangga dan keluarga besar. Akhirnya ia memutuskan menggugat cerai Donwori.

Sebulan lalu, Karin memasukkan gugatannya ke Pengadilan Agama (PA) Klas IA Surabaya. “Saya sebenarnya ingin bertahan, tapi wes nggak betah saya kalau harus lanjut,” kata Karin. Perempuan yang tinggal di kawasan Kedung Asem itu, kini sedang menunggu panggilan sidang. (*/opi)

(sb/gin/jay/JPR)

Bagikan berita ini:
6
6
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar