Puan Maharani Dinilai Lebih Layak jadi Capres Dibanding Ganjar

Selasa, 25 Mei 2021 11:06

Ketua DPR Puan Maharani. (Istimewa)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Puan Maharani dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memanas. Hal itu karena Ganjar berambisi menjadi calon presiden (capres) di 2024.

Lantas seberapa besar peluang Puan dan Ganjar menjadi capres di 2024?. Pengamat politik dari Universitas Pelita Harapan, Emrus Sihombing, menilai sosok Ketua DPR Puan Maharani masih lebih baik dan pantas diusung sebagai capres dibanding Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Emrus menyatakan dirinya yakin Puan tidak hanya sosok terbaik yang dimiliki PDIP, namun juga bangsa Indonesia. Sebab rekam jejaknya sangat mendekati sempurna untuk jadi capres.

“Kita lihat ketika dia memimpin kementerian sebagai menko (menteri koordinator), ada enggak masalah yang muncul? Tidak ada tuh. Kemudian kementerian yang jadi koordinator beliau seperti kementerian sosial, kementerian kesehatan dan sebagainya enggak ada masalah selama kepemimpinan dia,” ujar Emrus kepada wartawan, Selasa (25/5).

Kini, Puan duduk sebagai ketua DPR RI. Baginya, memimpin DPR bukanlah hal yang mudah. Sebab berbagai fraksi dan intrik politik ada di sana. Sebab isi lembaga itu adalah para politikus dengan berbagai karakter sebagai aktor di panggung politik.

“Selama kepemimpinan beliau, ada enggak masalah? Tidak ada itu. Artinya bisa dikoordinir dengan baik dan leadership-nya telah teruji,” katanya.

Menurut Emrus, kualitas diri Puan ini yang menjadikannya paling cocok dan pas sebagai calon presiden dibanding Ganjar. Puan memiliki segudang pengalaman untuk berhadapan dengan DPR jika menjadi presiden atau wakil presiden.

“Rekam jejaknya sangat luar biasa,” tegasnya.

Baginya, hasil survei mengenai elektabilitas Puan yang cenderung rendah bukanlah jaminan karena bisa berubah. Hasil survei yang menunjukkan rendahnya elektabilitas Puan masih perlu dipertanyakan. Sebab hasil survei bisa berubah, sangat dinamis dan tidak mendekati secara kualitatif tentang sosok tersebut.

“Kalau elektabilitas jadi pegangan kita untuk jadi calon dan dipilih, itu sangat sumir (pendek) karena kita memilih pemimpin yang kuantitatif, bukan kualitatif,” ungkapnya.

Senada dengan Emrus, Direktur Eksekutif Indonesian Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai Puan Maharani lebih potensial didukung PDIP sebagai capres 2024 ketimbang Ganjar Pranowo.

“Dari struktur partai politik, Puan memang lebih potensial didukung dibanding Ganjar Pranowo,” kata Dedi.

Dedi mengatakan, pergerakan popularitas dan elektabilitas masih sangat dinamis. Dalam catatan lembaganya, popularitas Ganjar memang jauh meninggalkan Puan. Namun, berdasarkan asumsi Pilpres 2024, Puan masih punya cukup waktu untuk memupuk popularitas mengejar Gubernur Jawa Tengah itu.

Menurut Dedi, sisi baik Puan Maharani adalah hingga saat ini masih menjadi satu-satunya politikus perempuan yang paling berpeluang terusung di tengah ramainya tokoh laki-laki.

“Sehingga ceruk pemilih kaum perempuan juga lebih mudah ditarik,” kata dia.

Selain itu, Dedi memandang akses politik yang dimiliki Puan jauh lebih besar dari Ganjar yang hanya mencakup Jawa Tengah. Puan, kata Dedi, bisa mencakup seluruh Indonesia sebagai Ketua DPR RI dan Ketua PDIP. Dua posisi Puan tersebut tak dimiliki Ganjar.

Namun, Dedi mengingatkan agar Puan Maharani tetap harus berhati-hati.

“Jangan sampai memberikan panggung playing victim. Karena jika dia memainkan peran sebagai korban konflik, maka simpati bisa saja mengucur ke Ganjar,” ujarnya.

Sebelumnya, PDIP Jawa Tengah menyentil Ganjar Pranowo karena dianggap terlalu agresif mencari elektabilitas demi capres 2024. PDIP Jateng meminta Ganjar fokus bekerja sebagai Gubernur Jawa Tengah.

Adapun berdasarkan lima lembaga survei, elektabilitas Ganjar Pranowo masih mengungguli Puan Maharani.

  1. Lembaga Survei Indonesia (LSI): Ganjar 10.6 persen, sementara Puan 0.1 persen
  2. Indikator: Ganjar elektabilitasnya 15.7 persen, sementara Puan 2.9 persen.
  3. Saiful Mujani Research dan Consulting (SMRC): Ganjar 12.0 persen, sementara Puan 1.7 persen.
  4. Puspoll Indonesia: Ganjar 13.8 persen, sementara Puan 0.5 persen.
  5. Akar Rumput Strategic Consulting (ARSC): Ganjar elektabilitasnya 11.2 persen, sementara Puan 2.5 persen. (JPC)

Bagikan berita ini:
1
5
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar