Duet Ganjar-Amran Sulaiman, Representasi Ideal Jawa dan Non Jawa di Pilpres 2024

Rabu, 26 Mei 2021 13:13

Ganjar Pranowo dan Amran Sulaiman. (Int)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Framing isu Ganjar Pranowo ditolak PDI Perjuangan maju di Pemilihan Presiden 2024 dianggap terlalu dini untuk disimpulkan, sebab tipe PDIP cendrung merujuk pada peta electoral setiap figur capres internalnya.

Suwadi Idris Amir, Direktur Eksekutif Indeks Politica Indonesia (IPI) mengamati, PDIP yang sukses mengendalikan kebijakan sejak kepemimpinan Presiden Jokowi tidak mungkin gegabah dalam mendorong capres yang minim dukungan elektoral, sebab sangat beresiko untuk eksistensi PDIP 2024 menghadapi pileg dan pilpres.

Suwadi menilai, Ganjar Pranowo akan dilirik para elit parpol karena potensinya yang besar. Gubernur Jawa Tengah itu selalu masuk tiga besar survei dengan elektoral teratas.

“Artinya jika PDIP mengabaikan potensi Ganjar sebagai kadernya ya tentu menguntungkan partai lain yang besar kemungkinan memberi ruang bagi Ganjar maju lewat partai selain PDIP,” jelasnya kepada fajar.co.id, Rabu (26/5/2021).

Namun kata Suwadi, Ketua Umum Megawati itu tokoh yang rasional, terbukti ia dengan tegas mendorong Jokowi di Pilpres 2014 dan 2019 lalu dan keputusannya berbuah kesuksesan.

“Dalam hal ini saya melihat Bu Mega pun akan memberi ruang kepada Mas Ganjar di pilpres 2024 jika Ganjar mampu mempertahankan trend elektoralnya dan mampu meyakinkan Mega atas kesiapan kos politik dan partai koalisi bagi PDIP,” terangnya.

Sosok Ganjar Pranowo juga dianggap paling mendekati kefiguran Presiden Jokowi yang sukses memenangkan pilpres dua periode. Artinya, beber Suwadi, sosok Ganjar Pranowo berpotensi besar merebut pendukung Jokowi di Pilpres 2024 mendatang.

Bagikan berita ini:
4
1
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar