Ketua PAN Makassar Tak Gentar dengan Hadirnya Partai Ummat Besutan Amien Rais

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Sejumlah pakar memprediksi ketokohan Amien Rais lewat Partai Ummat akan menggerus suara Partai Amanat Nasional (PAN) yang dinakhodai Zulkifli Hasan.

"Penyebabnya sederhana. Kader Muhammadiyah lebih menokohkan dan mengidolakan Amien Rais daripada Zulkifli Hasan," ungkap Pengamat Politik Jamiluddin Ritonga belum lama ini.

Tak hanya basis, kader PAN juga berpotensi besar migrasi berjemaah ke partai baru bentukan Amien Rais tersebut. Pasalnya, banyak kader PAN yang berasal dari Muhammadiyah yang notabene pendukung Amien Rais.

Yang lebih mengkhawatirkan lagi adalah keberadaan Partai Ummat juga mengancam eksistensi PAN di Pemilu 2024.

"Tentu akan membahayakan PAN pada tahun 2024 bila tetap mengandalkan basis suara dari Muhammadiyah,” tutur dosen Universitas Esa Unggul itu.

Lantas bagaimana dengan basis partai berlambang matahari terbit itu di wilayah timur Indonesia?

Hamzah Hamid, Ketua DPD PAN Makassar sesumbar tak begitu khawatir dengan keberadaan Partai Ummat di perpolitikan Indonesia.

Menurutnya, di negara yang menganut demokrasi siapa saja boleh memilih apa. Termasuk siapa pun boleh menunggangi partai politik apapun sesuai pilihannya untuk meraih kekuasaan.

"Kita sambut baik terbentuknya Partai Ummat yang dipelopori Amien Rais. Ini negara demokrasi, sah-sah saja," kata Hamzah Hamid kepada fajar.co.id, Rabu (26/5/2021).

Terkait dengan sejumlah kader PAN yang menyeberang ke Partai Ummat, Hamzah menegaskan itu hak masing-masing pribadi. Pihaknya tidak berwenang menghalangi keputusan pribadi itu.

"Silakan saja. Mungkin dia tidak puas atau tidak nyaman di PAN. Ya silakan saja dengan keputusannya," ujar Anggota DPRD Kota Makassar itu.

Khusus di Makassar, Hamzah bisa pastikan kader PAN tidak ada yang menyeberang ke Partai Ummat. Ia juga mengaku belum dapat laporannya terkait migrasi kadernya.

"Terbentuknya Partai Ummat termasuk di Makassar memotivasi kami di PAN untuk bekerja ekstra giat meraih simpati masyarakat. Berbuat untuk masyarakat. Termasuk mengakomodir semua aspirasi kader hingga tingkat paling bawah," pungkas Hamzah. (endra/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan