Lagi! KPK Perpanjang Masa Penahanan Gubernur Sulsel Nonaktif

Rabu, 26 Mei 2021 22:29

KPK

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Masa penahanan terhadap Gubernur Sulsel Nonaktif, Nurdin Abdullah (NA) kembali ditambah. Hal itu terkait kasus dugaan korupsi proyek infrastrukur di Sulsel, tahun anggaran 2020-2021.

Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri mengatakan, penambahan masa penahanan itu juga berlaku untuk Edy Rahmat (ER), yang dulunya menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sulsel.

“Tim Penyidik kembali melakukan perpanjangan penahanan untuk NA dan ER. Masing-masing selama 30 hari berdasarkan penetapan penahanan kedua dari Ketua PN Makassar, terhitung sejak 28 Mei 2021 sampai 26 Juni 2021,” kata Fikri, dalam keterangannya, Rabu (26/5/2021).

NA yang merupakan mantan Bupati Bantaeng itu ditahan di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur. Sedangkan ER ditahan di Rutan KPK Kavling C1.

“Perpanjangan penahanan dimaksud, agar Tim Penyidik lebih memaksimalkan pengumpulan alata bukti diantaranya pemanggilan dan pemeriksaan saksi-saksi,” tandasnya.

Sebelumnya, lembaga antirasuah ini melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Jl Jenderal Sudirman Makassar, Sabtu dini hari (27/2/2021) lalu.

Selain NA, juga ada beberapa orang dikabarkan ikut diamankan KPK. Penangkapan ini berdasarkan Surat Perintah Penyelidikan Nomor Sprin.Lidik-98/01/10/2020. Termasuk ER. Ada juga Agung Sucipto (AS) sebagai kontraktor yang dikenal dekat dengan NA dalam hal proyek. (ishak/fajar)

Bagikan berita ini:
3
8
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar