Penderita ODGJ di Luwu Utara Juga Ikut Divaksin COVID-19

Rabu, 26 Mei 2021 17:39

Fajar.co.id, Luwu Utara — Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Kabupaten Luwu Utara terus berlangsung. Hingga saat ini Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Utara melalui Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 telah melaksanakan tiga tahapan pelaksanaan vaksinasi. Vaksinasi pertama untuk tenaga kesehatan (sudah 100% lebih), vaksinasi kedua untuk petugas publik (hampir 50%), dan vaksinasi ketiga untuk kelompok lansia (baru 1,31%).

Total masyarakat Luwu Utara yang selesai disuntik vaksin dosis pertama dan kedua, baru 8.366 orang atau baru 21,55% dari total jumlah sasaran vaksin di Luwu Utara sebanyak 38.820 orang. Secara nasional, pemerintah menargetkan 70% vaksinasi COVID untuk meningkatkan kekebalan masyarakat terhadap COVID-19, untuk kemudian mengambil kebijakan herd immunity, sehingga aktivitas bisa kembali normal seperti sedia kala.

Untuk mencapai target tersebut, butuh waktu yang tidak sedikit. Hitungannya bisa berbulan-bulan. Mengingat tingkat resistensi terhadap vaksin COVID-19 oleh masyarakat juga tidak bisa dibilang rendah. Apalagi beberapa kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI) kategori berat juga menghantui sebagian masyarakat. Meski sifatnya kasuistik dan bisa saja bukan karena pengaruh vaksin COVID-19, tapi hal itu sedikit banyak akan memengaruhi tingkat penerimaan masyarakat terhadap vaksin COVID-19.

Bersyukur Luwu Utara. Pergerakan vaksinasi tidak menemui kendala. Masyarakat mulai memahami urgensi vaksinasi. Lewat edukasi Satgas COVID-19, vaksinasi sejauh ini berjalan lancar, tanpa ada sesuatu yang mengadang. Terbaru, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) juga mulai mengikuti vaksinasi. Jubir Satgas COVID-19, Komang Krisna, menyebutkan, berdasarkan Surat Edaran Kemenkes tentang Percepatan Vaksinasi COVID-19 dengan Kelompok Sasaran Lansia, Pendidik, dan Disabilitas, maka pihaknya melakukan vaksinasi khusus pasien ODGJ.

Bagikan berita ini:
9
1
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar