Pisah Ranjang dengan Istri, Alasan Petani di Gowa Putuskan Bunuh Diri

Rabu, 26 Mei 2021 17:30

FAJAR.CO.ID, GOWA — Polisi telah mendalami motif dari aksi bunuh diri yang dilakukan lelaki berinisial SG (43), di sebuah kebun di Desa Romangloe, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Selasa malam kemarin.

Kepada polisi, paman korban bernama Amir (50) mengaku bahwa awal mulai keponakannya itu tega mengakhiri hidupnya karena masalah keluarga korban.

“Korban selama ini tinggal di Kalimantan bersama Istri dan anaknya. Karena ada selisih, lalu pada April, pulang ke kampung (Gowa) dan bertemu Amir dan disuruh tinggal di rumah Amir,” kata Kasubag Humas Polres Gowa, AKP Mangatas Tambunan, Rabu (26/5/2021).

Lalu semenjak tinggal berdua di rumah kebun, Amir kerap melihat keponakannya itu dengan sikap yang aneh.

“Seperti sering duduk sendiri dan mengkhayal juga sering tertawa bahkan bicara sendiri,” kata Amir, kepada polisi.

Dari hasil olah TKP aparat dari Polsek Bontomarannu, pihaknya tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Kendati demikian, pihak keluarga menolak dilakukan otopsi.

Sebelumnya, korban ditemukan tewas akibat gantung diri di sebuah kebun di Desa Romangloe Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Selasa (25/5/2021) pukul 17.45 WITA.

Mayat korban ditemukan dalam kondisi tergantung di dahan sebuah pohon, yang berada di kebun milik Amir. (ishak/fajar)

Bagikan berita ini:
2
10
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar