Dampaknya ke Mana-mana, Jokowi Sorot Akurasi Data

Kamis, 27 Mei 2021 20:02

Presiden Joko Widodo (Jokowi)

FAJAR.CO.ID. JAKARTA – Akurasi data pemerintah masih rendah. Diperlukan ada perbaikan dan sinkronisasi basis data. Hal ini dinilai sangat penting untuk menentukan sasaran target serta program pemerintah

“Akurasi data juga masih menjadi persoalan sampai saat ini. Dampaknya ke mana-mana. Contohnya data bansos (bantuan sosial) tidak akurat, tumpang tindih. Ini membuat penyaluran tidak cepat, lambat dan ada yang tidak tepat sasaran. Begitu juga data penyaluran bantuan pemerintah lainnya,” kata Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (27/5).

Menurutnya, data pemerintah pusat dan daerah juga sering tidak sinkron. BPKP diminta membantu peningkatan kualitas data yang dikelola pemerintah. BPKP harus dapat mengawal integrasi, sinkronisasi basis data antar-program untuk meningkatkan keandalan data. “Manfaatkan laboratorium data forensik dan data analitis yang dimiliki. BPKP kan punya ini. Jadi gunakan dan manfaatkan,” ucap Jokowi.

Selain itu, semua rekomendasi harus ditindaklanjuti. Sehingga tidak terulang lagi di tahun berikutnya. Jokowi menilai masih ada kesalahan-kesalahan yang terus diulang dari tahun ke tahun. Hal ini terjadi karena tidak mengikuti rekomendasi BPKP dan APIP (Aparat Pengawasan Intern Pemerintah).

“Saya tekankan kepada bapak, ibu menteri, kepala lembaga, kepala daerah agar menindaklanjuti dengan serius rekomendasi dari BPKP dan APIP. Jangan dibiarkan berlarut-larut, membesar dan dan akhirnya bisa menjadi masalah hukum,” tegas Jokowi.

Bagikan berita ini:
8
1
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar