Ikut Terima Uang dari Agung Sucipto, Sari Pudjiastuti Ngaku Ikut Perintah Pimpinan

Kamis, 27 Mei 2021 21:14

Suasana persidangan di PN Makassar. (FOTO: IKBAL/FAJAR)

Hal ini ia ungkapkan setelah Zainal Abidin sebagai salah satu JPU menanyakan apakah Nurdin Abdullah pernah menerima uang dari kontraktor lain.

“Ada Pak, Rp1 miliar, itu di Desember 2020. Suatu ketika saya diminta ke Rujab oleh ajudan Pak Gubernur, seperti biasa untuk melaporkan progres lelang,” katanya, kepada JPU.

“Dia lalu mengatakan, jika ia memerlukan biaya oprasional Rp1 miliar, dan dia bertanya siapa yang bisa membantu. Setelah itu saya menyampaikan bahwa itu tergantung beliau, dan Pak NA memilih Haji Momo,” lanjutnya.

Setelah itu melalui orang kepercayaannya Hj Momo menyerahkan uang di sebuah penginapan, di samping RS Awal Bros, sebesar Rp1 miliar.

“Setelah diserahkan ke saya, saya simpan di rumah keponakan, saya pindahkan tempat ke koper. Setelah itu ajudan Pak NA, bernama Pak Salman mengambil uang tersebut di depan apartemen Vida View,” ungkapnya.

Setelah itu Zainal Abidin menanyakan, apakah perbuatan Sari Pudji tersebut dibenarkan dalam Undang-undang.

“Apakah menurut saudara apa yang saudara lakukan ini dibenarkan oleh UU? Kalau tidak, kenapa tetap dilakukan,” tanyanya.

Sari Pudjiastuti pun menjawab hal itu karena loyalitasnya kepada perintah pimpinan. “Kalau begitu kenapa saudara tetap terima uangnya? Jadi saudara mengakui bahwa saudara melakukan hal yang dilarang oleh undang-undang,” tanyanya lagi.

Bagikan berita ini:
10
6
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar