Komentari Pemecatan Pegawai KPK, Rachland Demokrat: Singkirkan Siapapun yang Halangi Politik Istana

Kamis, 27 Mei 2021 11:33

Rachland Nashidik

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Pimpinan KPK secara resmi mengumumkam pemecatan 51 pegawai dari 75 pegawai yang tak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK). Sementara sisanya masih diberi kesempatan untuk dibina.

Politikus Partai Demokrat, Rachland Nashidik pun berkomentar atas kebijakan tersebut. Menurutnya, rezim saat ini sedang berusaha membelah dan menyingkirkan orang-orang yang menghalangi politik istana.

Menurut Rachland, Presiden Joko Widodo selama ini disebut membela kebhinekaan. Namun, isu Taliban di KPK dan juga TWK itu tidak berhubungan dengan kebhinekaan.

“Sudah lama dikritik: Jokowi ‘membela kebhinekaan’ dengan cara membelah dan menyingkirkan,” kata Rachland dikutip Fajar.co.id di akun Twitternya, Kamis (27/5/2021).

“Tapi dari kasus KPK kini kita tahu, tudingan ‘Taliban’ itu, ‘test kebangsaan’ itu, tak berhubungan dengan kebhinekaan. Ia membelah dan menyingkirkan sesiapa yang menghalangi politik istana,” tambahnya.

Padahal sebelumnya, pemecatan 51 pegawai KPK ini bertolak belakang dengan penyataan Presiden Jokowi yang sudah meminta agar tidak ada lagi pemecatan.

Anggota Komisi III DPR Benny K Harman menduga perintah Presiden Jokowi terhadap nasib pegawai KPK hanyalah basa-basi belaka. Sebab, seruan itu tetap tidak ditanggapi oleh KPK. Mereka tetap saja dipecat.

“Saya rasa imbayan Presiden soal pegawai KPK yang gagal TWK hanya basa-basi, lip service,” ujar Benny kepada JawaPos.com, Kamis (27/5).

Bagikan berita ini:
10
10
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar