KPK Tahan Mantan Dirut Perumda Pembangunan Sarana Jaya

Kamis, 27 Mei 2021 21:43

ILUSTRASI. Suasana interior rumah DP Rp 0 Pondok Kelapa, Jakarta, Rabu (31/7). (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan empat tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan lahan di daerah Cipayung, Jakarta Timur. Keempat tersangka itu yakni mantan Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pembangunan Sarana Jaya, Yoory C Pinontoan, Diretur PT Adonara Propertindo Tommy Adria, Wakil Direktur PT Adonara Propertindo Anja Runtunewe dan juga menetapkan PT Adonara Propertindo sebagai tersangka korporasi.

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron menyampaikan, pihaknya akan menahan Yoory C Pinontoan untuk 20 hari pertama. Sementara itu, dua tersangka lainnya belum dilakukan penahanan oleh KPK.

“Setelah dilakukan pemeriksaan sebanyak 44 saksi, maka tim penyidik telah melakukan penahanan terhadap saudara YRC untuk masa penahanan pertama selama 20 hari kedepan sejak 26 Mei sampai 15 Juni di Rutan KPK cabang Pomdan Jaya,” kata Ghufron di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (27/5).

Guna mencegah terjadinya penyebaran virus corona (Covid-19) di lingkungan KPK, maka Yoory akan diisolasi mandiri terlebih dahulu di Rutan gedung lama KPK, Jalan HR Rasuna Said Kavling C1, Jakarta Selatan, selama 14 hari ke depan. “Tahanan akan terlebih dahulu diisolasi mandiri selama 14 hari di Rutan KPK C1,” ucap Ghufron.

Ghufron menjelaskan, kasus ini bermula adanya kesepakatan penandatanganan Pengikatan Akta Perjanjian Jual Beli di hadapan notaris yang berlangsung di Kantor Perusahaan Daerah Pembangunan Sarana di hadapan notaris antara pihak pembeli yakni Yoory C Pinontoan selaku Dirut dari Perusahaan Umum Daerah Pembangunan Sarana Jaya dengan pihak penjual yaitu Anja Runtunewe. Hal ini berlangsung pada 8 April 2019.

Bagikan berita ini:
10
10
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar