Operasi Keamanan di Papua, TNI Turunkan 3.210 Personel

Kamis, 27 Mei 2021 21:45

Tim teknisi di Timika memperbaiki helikopter milik TNI AD yang tertembak, Selasa (27/4) saat mengevakuasi korban kontak ...

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Tentara Nasional Indonesia menurunkan sebanyak 3.210 Personel, untuk menggelar sejumlah operasi keamanan di Papua dalam rangka memberikan keamanan bagi masyarakat. Hal ini dikatakan Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI Letnan Jenderal TNI Joni Supriyanto.

“Operasi itu sampai hari ini masih berjalan, mudahan-mudahan dapat memberi situasi menjadi lebih baik,” kata Joni dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Panitia Khusus (Pansus) DPR RI di Jakarta, Kamis (27/5) dikutip dari Antara.

Joni menjelaskan operasi itu di antaranya operasi pengamanan perbatasan yang dilakukan sepanjang tahun. Operasi dilakukan sepanjang perbatasan Jayapura sampai Merauke. Sebanyak 96 pos pengamanan dengan dukungan sekitar 3.210 anggota TNI.

Selanjutnya operasi daerah rawan yang dilakukan di beberapa tempat di bawah kendali oleh Pangdam Cenderawasih. Kemudian operasi pengamanan pulau terluar, dimana ada dua pulau terluar di Papua yang dilakukan oleh marinir, serta operasi angkutan udara untuk distribusi logistik di wilayah terpencil.

“Ada pula operasi penegakan hukum yang bekerja sama dengan kepolisian yakni operasi Nemangkawi,” ujar Joni.

Pansus perubahan kedua Rancangan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otsus di Provinsi Papua menggelar rapat kerja untuk mendegarkan masukan dari Panglima TNI, Kepala Badan Intelejen Negara (BIN), dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Ketua Pansus Komarudin Watubun menyatakan Otsus Papua yang diberikan melalui UU Nomor 21 Tahun 2001 telah dilaksanakan hampir 20 tahun. RUU Otsus Papua telah masuk dalam Prolegnas 2021.

Bagikan berita ini:
1
6
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar