Pembelajaran Tatap Muka, Ini yang Harus Disiapkan Sekolah

Kamis, 27 Mei 2021 22:58

Ilustrasi pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah (DIPTA WAHYU/JAWA POS)

FAJAR.CO.ID, SURABAYA — Beragam persyaratan ditetapkan bagi sekolah yang hendak menyelenggarakan pembelajaran tatap muka (PTM). Satu yang tidak boleh terlewat adalah simulasi. Seluruh lembaga pendidikan harus melakukan geladi bersih agar PTM berjalan lancar.

Sejak tahun lalu, syarat PTM di Kota Pahlawan sudah ditetapkan. Pertama, sekolah harus melengkapi sarana dan prasarana (sarpras). Misalnya, wastafel, bilik sterilisasi, dan ventilasi di dalam kelas minimal 10 persen. Tempat duduk siswa juga diatur. Berjarak minimal 1 meter.

Waktu pembelajaran pun dirancang. Tidak lebih dari tiga jam. Pelajar yang berada di dalam kelas maksimal 25 persen. Selebihnya mengikuti sekolah daring.

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Supomo menjelaskan, pemenuhan sarpras sudah berjalan. Dari hasil evaluasi, seluruh kelengkapan sekolah itu telah terpenuhi. ’’Pemkot juga gotong royong membantu sarpras prokes PTM,’’ paparnya.

Waktu pembelajaran pun telah ditetapkan. Dispendik memberikan pengarahan. Pembelajaran di dalam kelas tidak boleh melebihi tiga jam. Tujuannya, mengurangi kontak fisik agar virus korona tidak merebak.

Untuk simulasi PTM, sejak akhir tahun lalu sejumlah sekolah menjalankan kegiatan itu. Terutama lembaga pendidikan yang telah ditunjuk sebagai percontohan PTM.

Untuk SMP, ada 18 sekolah. Simulasi dilakukan lebih dari satu kali. Contohnya, SMPN 1 yang terus melakukan persiapan.

Menurut Supomo, 18 sekolah yang ditunjuk itu kerap melakukan simulasi. Setiap kegiatan berjalan, pihaknya mendapatkan laporan. ’’Ada yang lebih dari lima kali,’’ terangnya.

Bagikan berita ini:
7
8
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar