Warga Filipina Segera Disuntik Vaksin Campuran

Kamis, 27 Mei 2021 16:56

Vaksinasi Covid-19 di Filipina. Filipina segera meluncurkan hasil studi pada bulan depan tentang pencampuran dosis vaksi...

FAJAR.CO.ID, FILIPINA — Filipina segera meluncurkan hasil studi pada bulan depan tentang pencampuran dosis vaksin Sinovac dengan suntikan vaksin Covid-19 lainnya. Hal itu dilakukan lantaran pasokan vaksin di Filipina yang tidak dapat diprediksi.

Studi yang didanai pemerintah akan berlangsung dari Juni 2021 hingga November 2022. Menurut Departemen Sains dan Teknologi atau DOST, menggambarkan penelitian itu sebagai campuran yang cocok dari vaksin Covid-19 yang tersedia di Filipina.

“Kombinasi vaksin Sinovac dengan vaksin merek lain akan menjadi tujuan utama penelitian ini, karena vaksin itu merupakan pasokan vaksin paling stabil di negara ini,” menurut pernyataan yang diposting di halaman Facebook resmi Sekretaris DOST, Fortunato Dela Pena.

“Singkatnya, itu berarti dua vaksin berbeda untuk satu orang, dua dosis,” katanya lagi seperti dilansir Nikkei Asia.

Selain Sinovac, Filipina telah menyetujui enam vaksin Covid-19 lainnya untuk penggunaan darurat. Yaitu Pfizer, Moderna, dan Johnson & Johnson dari AS, AstraZeneca dari Inggris, Bharat Biotech dari India dan Gamaleya Institute of Russia dari Rusia.

Filipina telah menerima sekitar 8,3 juta dosis dari pemasok yang berbeda dan fasilitas COVAX yang didukung PBB. Sebanyak 5,5 juta dari Sinovac; 2,5 juta dari AstraZeneca; 193.000 dari Pfizer dan 30.000 dari Gamaleya. Sejauh ini Filipina telah memberikan lebih dari 4 juta dosis.

Bagikan berita ini:
3
5
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar