Firasat Keluarga Sebelum Ferry Bunuh Diri, Telepon Masih Aktif Tiga Hari

Jumat, 28 Mei 2021 16:07

ILUSTRASI. (INT)

FAJAR.CO.ID, MANADO– Keluarga FK alias Ferry, tersangka kasus pembunuhan bocah asal Koha Marsela Sulu, sudah punya firasat anggota keluarganya itu gantung diri.

Anak Ferry, Ledy K menuturkan, dia sudah punya firasat ayahnya gantung diri pasca melarikan diri.

“Namanya ayah-anak, ada ikatan batin. Saya bilang ke keluarga, dia (Ferry, red) sudah bunuh diri, tapi di jauh. Itu firasat seorang anak. Saya juga dapat tanda-tanda (Ferry bunuh diri, red),” katanya, saat dihubungi Rabu malam lalu (26/5/2021).

Dia bercerita, di hari mayat Marsela Sulu ditemukan, ibunya menelepon, menanyakan apa sang ayah ada bersamanya. “Selama tiga hari sejak Jumat, ponsel aktif. Tapi pas telepon kami tidak dijawab. Sampai tiga hari telepon masih aktif,” bebernya.

Dia juga sempat mengirim SMS ke sang ayah, tapi tak berbalas. “Saya bilang, papa menyerahkan diri saja. Bertanggung jawab kalau memang melakukan kesalahan,” lanjutnya.

Ferry diketahui akhirnya ditemukan setelah seminggu buron. Dia ditemukan di sekitaran sungai Koha, dengan kondisi mengenaskan, diduga gantung diri.

Penemuan mayat Ferry dibenarkan sang anak, Ledy K. Pasca mengetahui ayahnya gantung diri, dia penulis pesan haru di media sosial. “Biarpun didapat dengan keadaan seperti itu (meninggal, red) saya tetap sayang papa. Selamat jalan papa,” tulisnya dalam logat Manado.

Dia mengaku akan terus mengenang kebaikan sang ayah. “Kita nda akan lia papa pe kekurangan, tapi akan selalu inga papa pe bae dan sayang pa kita, Kiky, deng papa p cucu-cucu,” lanjutnya.

Bagikan berita ini:
9
8
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar