Jangan Main Gusur, Makam Putri Sultan Hasanuddin Diminta Direvitalisasi

Jumat, 28 Mei 2021 19:25

Makam I Fatimah, putri Sultan Hasanuddin di Kalbar.

FAJAR.CO.ID, GOWA — Pihak Kerajaan Gowa, Sulawesi Selatan, meminta agar kabar penggusuran makam I Fatimah dan Daeng Talibe di Pulau Takontu, Kabupaten Mempawah dipikir ulang.

Alasannya, dua makam pasangan suami istri itu merupakan dua orang pejuang pada masa penjajahan Belanda. Apalagi, I Fatimah adalah putri dari Raja Gowa ke 16, Sultan Hasanuddin.

Raja Gowa ke 38, Andi Kumala Idjo meminta agar makam milik orang paling berjasa itu direvitalisasi. Bukan digusur oleh salah satu pihak.

“Tentu ke depan kerjaamaa Pemkab Mempawah untuk melakukan revitalisasi makam beliau karena lokasi ini sudah ditetapkan dan luas lokasi ini sekitar 50 x 50 meter. Olehnya, kami sudah kirim surat ke bupati mempawah untuk jadi perhatian kita semua,” katanya, Jumat (28/5/2021).

Andi Kumala mengaku sangat prihatin jika pembongkaran itu benar-benar akan terjadi. Apalagi, dua makam itu sudah ditetapkan sebagai cagar budaya sejak 2002 silam.

“Kita sangat prihatin kalau memang itu terjadi. Tapi dengan koordinasi, alhamdulillah sudah ada titik terang bahwa memang sejak tahun 2000 makam beliau masuk cagar budaya,” tambahnya.

Kabar akan digusurnya makam itu mencuat setelah salah satu akun di Facebook memposting bahwa makam itu akan digusur, untuk pembangunan tempat kegiatan keagamaan oleh salah satu pihak, belum lama ini. (ishak/fajar)

Bagikan berita ini:
7
7
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar