Jokowi: Bangun Pelabuhan Nggak Ada Akses Jalan, Gimana Pelabuhan Bisa Digunakan?

Jumat, 28 Mei 2021 22:02

Presiden Joko Widodo (Jokowi)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti perencanaan dan pelaksanaan program atau proyek pemerintah. Temuan di lapangan, ada program infrastruktur yang tidak sinkron satu sama lain dan malah merugikan rakyat.

Saat turun ke lapangan, presiden kerap menemui adanya pembangunan infrastruktur seperti bendungan atau pelabuhan yang tidak disertai perencanaan matang mengenai pengembangan wilayah sekitar.

Misalnya, tidak ada fasilitas irigasi sawah di area pertanian yang berada di sekitar wilayah bendungan atau waduk.

Lalu, ada pembangunan pelabuhan yang tidak dibarengi dengan akses jalan. ’’Bangun pelabuhan, pelabuhan baru, nggak ada akses jalan ke situ. Gimana pelabuhan bisa digunakan? Ini ada dan tidak hanya satu,’’ ungkap Jokowi saat pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Intern Pemerintah 2021 di Istana Kepresidenan Bogor kemarin (27/5).

Lantaran tidak sinkron, kata Jokowi, daya ungkit program tidak optimal. Masyarakat juga dirugikan karena tidak menerima manfaat dari program pemerintah. ’’Karena itu, saya perintah BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) dan APIP (Aparat Pengawasan Intern Pemerintah) mengaudit kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. Kawal dari hulu,’’ tegasnya.

Jokowi meminta agar pengawalan dilakukan sejak awal perencanaan. BPKP dan APIP diminta untuk terus mengikuti. Dengan begitu, program yang direncanakan tidak mengulang perencanaan tahun sebelumnya. Selain itu, program harus adaptif dengan kondisi terkini.

Bagikan berita ini:
1
1
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar