Kasus Penggunaan Antigen Bekas di Bandara Kualanamu, DPR akan Panggil Gubernur, Kapolda, hingga Pangdam

Jumat, 28 Mei 2021 22:10

Ilustrasi-- FOTO : Issak Ramdhani / Fajar Indonesia Network

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kasus penggunaan antiges bekas pada tes swab di Bandara Kualanamu, Medan, Sumatera Utara (Sumut) menjadi sorotan publik. DPR pun berencana memanggil pejabat pemerintah daerah, kepolisian dan militer.

Wakil Ketua Komisi IX DPR Ansory Siregar mengatakan dalam kasus penggunaan antigen bekas di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara, pihaknya akan memanggil Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, dan Pangdam Bukit Barisan Mayjen TNI Hassanudin. Mereka akan dipanggil terkait sejauh mana pengembangan kasus tersebut.

“Minggu depan akan kami panggil Gubernur Sumut atau Pangdam dan Kapolda Sumut untuk ke Komisi IX guna mendalami lagi kasus ini agar tidak terjadi,” katanya dalam keterangannya, Jumat (28/5) .

Dikatakannya, kasus penggunaan antigen bekas yang dilakukan eks pegawai PT Kimia Farma Diagnostik merupakan kejahatan korporasi.

Karenanya, dia meminta agar kasus tersebut ditangani secara tegas, seperti mencabut izin penyelenggaraan tes cepat COVID-19 di Bandara Internasional Kualanamu dan Laboratorium Kimia Farma Diagnostik di Jalan RA Kartini, Medan.

“Ini adalah kejahatan korporasi. Ini adalah kejahatan besar yang harus cepat ditanggulangi,” katanya.

Sementara itu, anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PKS Kurniasih Mufidayati sangat menyayangkan terjadinya kasus tersebut.

Kasus itu telah mencoreng nama baik Indonesia karena terjadi di bandara internasional.

Bagikan berita ini:
8
10
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar