Khofifah Indar Parawansa Ajak KAHMI dalam Percepatan Pembangunan Ekonomi Jatim

Jumat, 28 Mei 2021 18:45

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membuka Muswil KAHMI. (Istimewa)

FAJAR.CO.ID, SURABAYA — Muswil V Majelis Wilayah (MW) Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Jatim digelar di Gedung Negara Grahadi, Jumat (28/5). Acara itu dibuka Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Muswil kali ini, fokus untuk membantu Pemerintah Provinsi Jatim untuk percepatan pembangunan dan dinamika ekonomi di Jatim sejak pandemi Covid-19. Selain itu, KAHMI Jatim memberi penghargaan kepada Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Presidium KAHMI Jatim Muhammad Sasmito menjelaskan, KAHMI Award diberikan kepada Gubernur Khofifah atas penanganan Covid-19 di Jatim yang baik.

”Jatim yang awalnya merah, sekarang kuning. Jatim itu etnisnya beragam, itu tidak mudah. Ternyata Bu Khofifah bisa turunkan angka korona, sebuah kerja sebagai pemimpin dan kita apresiasi,” tutur Sasmito.

Kalau ada kritik, lanjut Sasmito, merupakan hal yang wajar. Dia melihat kritik sebagai sesuatu yang sehat. Dia berharap kritik membuat gubernur Jatim makin baik dan introspeksi.

”Kami apresiasi Bu Gubernur, seorang ibu rumah tangga yang teguh kuat. Dengan karier politik yang menunjukkan dia seorang pejuang. Beliau juga pimpinan Muslimat NU. Bergaul juga dengan kawan nasionalis. Meski Bu Gubernur belum setengah masa jabatan, tapi sudah menghasilkan sesuatu,” papar Sasmito.

Muswil tersebut digelar tiap 5 tahun sekali. Dengan tema Meneguhkan Komitmen Keislaman dan Keindonesiaan, Sasmito menjelaskan, calon-calon Presidium KAHMI Jatim berasal dari banyak kalangan. ”Sekarang banyak tokoh turun. Tokoh nasional. Mulai politikus, akademisi, profesional, semua turun. Peran KAHMI makin memiliki aura dan wibawa,” jelas Sasmito.

Sementara itu, Gubernur Khofifah berterima kasih atas masukan KAHMI Jatim kepada pemprov. Dia mengaku menerima masukan dan diskusi dengan KAHMI.

”Ini akan menjadi masukan yang sangat strategis bagi Pemprov Jatim yang sekarang sedang mengurai kembali dari mandat Perpres No 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Jatim. Juga ada kaitan dengan UU Cipta Kerja,” terang Khofifah.

Dia berharap masukan itu dapat digunakan sebagai lompatan kebijakan dalam hal percepatan penyejahteraan ekonomi masyarakat. ”Hasil diskusi diharapkan jadi satu pergerakan ekonomi yang positif, konsultif bagi Jatim khususnya dan Indonesia pada umumnya,” ujar Khofifah. (jpg/fajar)

Bagikan berita ini:
2
6
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar