Kurang Sarana Prasarana Rumah Sakit, Warga Pilih Berobat ke Toraja

Jumat, 28 Mei 2021 13:36

Perawat RS Hj Puang Sabbe Anggeraja Kabupaten Enrekang saat menunjukan kiranya fasilitas kesehatan. RACHMAT ARIADI/ENRE...

FAJAR.CO.ID, ENREKANG — Kurangnya sarana dan prasarana kesehatan untuk merawat pasien menjadi kendala tersendiri dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Di Rumah Sakit (RS) Hj Puang Sabbe Anggeraja Kabupaten Enrekang, hanya memiliki 17 tempat tidur di ruang rawat inap.

Padahal, rumah sakit ini sudah berstatus tipe D Pratama, yang idealnya harus memiliki tempat tidur maksimal 30 untuk perawatan pasien. Bahkan, beberapa alat seperti tiang infus masih terbilang sedikit.

“Sarana dan prasarana kami disini masih sangat kurang. Tempat tidur di ruang rawat inap saja masih sangat sedikit, di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) 5, ruang nifas 3, dan di kamar bersalin hanya ada 2 tempat tidur,” ungkap Direktur RS Hj Puang Sabbe, drg Sri Siswaty Zainal, Jumat (28/5/2021).

Alhasil, saat rumah sakit tersebut dinyatakan full atau penuh, masyarakat yang berada di dekat wilayah Kecamatan Anggeraja, termasuk Kecamatan Buntu Batu, Bungin, dan Duri harus dirujuk ke rumah sakit Massenrempulu (Maspul) yang berada di Kota Enrekang, dan menempuh jarak yang memakan waktu kurang lebih 45 menit.

Sri mengungkapkan, kurangnya fasilitas kesehatan (faskes) di rumah sakitnya dikarenakan minimnya biaya operasional yang diberikan bersumber dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD). Tahun 2021 rumah sakit Hj Puang Sabbe hanya diberikan biaya operasional sebesar Rp223 juta. Itu berkurang 50 persen dari tahun 2020 kemarin dengan besaran kurang lebih Rp400 juta.

Bagikan berita ini:
9
7
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar