Prihatin Pengunduran Munas Kadin, Annar Sampetoding: Jangan Seret Nama Presiden Jokowi

Jumat, 28 Mei 2021 17:37

Annar S Sampetoding

FAJAR.CO.ID — Keputusan mendadak terkait penundaan Munas Kadin pimpinan Rosan P Ruslani ditanggapi dingin sejumlah pihak. Munas yang semula direncanakan di Bali 2-4 Juni 2021, tiba-tiba diundur menjadi 30 Juni di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Mantan Wakil Ketua Umum (Waketum) Kadin Pusat, Annar S Sampetoding, mengatakan, secara pribadi, dia sangat prihatin dan kecewa dengan keputusan itu.

Annar diketahui sejak 2016 menjabat sebagai Ketua Umun DEIT (Dewan Ekonomi Indonesia Timur) menyebut, pengunduran jadwal yang mendadak itu menimbulkan reaksi dan protes mayoritas pengurus pusat mau pun daerah.

Pengusaha HPH terbesar di Sulawesi Selatan dan Barat sejak tahun 1960an itu menyampaikan bahwa banyak kalangan yang mengatakan, skenario pengunduran jadwal itu dipengaruhi paling tidak oleh tiga faktor. Pertama, adanya lobby kelompok tertentu yang mempengaruhi Presiden Jokowi, karena menghendaki figur pilihan mereka yang akan menjadi Ketua Umum yang baru. Di kubu ini ada Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, yang sejak lama sudah berkampenye bersama Menteri Perdagangan Moh. Lutfie. “Duet” menteri itu menjagokan Arsyad Rasyid dari Indika Group.

Faktor kedua, itu adalah suatu langkah drastis bertujuan memotong majunya “dinasti” ARB (Abu Rizal Bakrie) atau Ical, yaitu putra keduanya, bernama Anindya Bakrie,yang akrab dipanggil Anin, untuk meneruskan tongkat estafet kepemimpin Kadin, menggantikan Rosan P. Roslani. Karena “dinasti” Ical itu dianggap sudah telanjur dan terlalu lama mengangkangi Kadin, dari Munas ke Munas sejak Ical terpilih pertama kali tahun 1993-2003 (dua priode). Setelahnya jabatan Ketua Umum dipegang terus oleh figur “orang dekat” Ical.

Bagikan berita ini:
3
7
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar