Smelter Tembaga di Papua Segera Hadir, Kementerian Investasi Sebut Bakal Dibangun di Fakfak

Jumat, 28 Mei 2021 20:13

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia bersama Kajati Banten Asep Nana Mulyana dalam sebuah pertemuan di Jakarta, Rabu (19/5...

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Investasi mengungkapkan, Papua akhirnya akan segera memiliki fasilitas pengolahan bijih mineral atau smelter tembaga. Menteri Investasi Bahlil Lahadalia menyebut, sudah ada investor yang berminat dan diharapkan pada Juni 2021 sudah dapat melakukan langkah-langkah peninjauan di lapangan.

“Paling lambat awal 2022 sudah bisa jalan,” kata Bahlil dalam acara Halalbihalal Virtual, Jumat (28/5).

Bahlil menyampaikan, pihaknya pun sudah berkomunikasi dengan MIND ID, PT Freeport dan Kementerian ESDM mengenai pembangunan smelter tembaga tersebut. Sebab, nantinya smelter tersebut akan dimanfaatkan juga untuk mengolah hasil tambang PT Freeport Indonesia (PTFI) di Papua.

Bahlil menuturkan, kehadiran smelter ini merupakan impian warga Papua sejak lama. Dirinya ingin industri smelter dapat menciptakan kawasan-kawasan pertumbuhan ekonomi baru.

Bahlil berharap, Papua dapat menjadi bagian integral negara Indonesia yang bisa menciptakan kawasan pertumbuhan ekonomi baru. “Dari saya SMP sampai jadi Kepala BKPM, mimpi orang Papua masih sama, ada smelter di Papua,” ucapnya.

Sebagai informasi, BKPM telah melakukan kerja sama dengan BUMN asal Tiongkok ENFI Engineering Corporation (ENFI) yang akan menggarap proyek smelter tembaga tersebut. Kerja sama itu dituangkan dalam Nota Kesepahaman yang ditandatangani oleh Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dan President ENFI Liu Cheng secara daring pada 12 April 2021.

Industri smelter tembaga itu rencananya akan dibangun di Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat. Smelter itu nantinya akan dimanfaatkan juga untuk mengolah hasil tambang PT Freeport Indonesia (PTFI) di Papua. (jpg/fajar)

Bagikan berita ini:
7
3
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar