Amien Rais Dituding Jegal PAN Merapat ke Jokowi, Nazarudin Beri Pembelaan

Sabtu, 29 Mei 2021 09:46

Amien Rais

FAJAR.CO.ID, JAKARTA— Sekjen PAN Eddy Soeparno menyebut PAN sebenarnya ingin bergabung ke koalisi Jokowi-Ma’ruf saat Pilpres 2019 tapi dijegal Amien Rais.

Partai Ummat besutan Amien Rais atau para loyalis Amien Rais pun angkat bicara.

“Kami senang Sekjen PAN membuka posisi politiknya kepada publik. Biar nanti para pendukung PAN di Pemilu 2019 dan Pilpres 2019 kemarin menilai sikap politik pimpinan PAN,” kata Wakil Ketua Umum DPP PAN Nazarudin, Jumat (28/5/2021).

Nazar menjelaskan, sikap politik mendukung Prabowo-Sandiaga Uno di Pilpres 2019 bukan hanya sikap Amien Rais.

Tapi, sikap tersebut merupakan amanah dari mayoritas konstituen PAN.

“Sikap Pilpres 2019 bukan sikap Pak Amien seorang, tapi sikap mayoritas konstituen PAN dan warga Muhammadiyah,” katanya.

“Aspirasi mereka menjadi bagian dari aspirasi politik umat sejak Pilpres 2014 dan Pilkada DKI 2017,” kata Nazar.

Ia juga menyinggung pernyataan Eddy Soeparno bahwa PAN tidak punya DNA oposisi. Hal tersebut semakin menunjukkan orientasi politik yang haus kekuasaan.

“PAN itu partai yang dahulu menjadi lokomotif reformasi untuk mengembalikan tatanan demokrasi. Demokrasi itu rohnya adalah check and balances,” jelasnya.

Ia menegaskan, sebagai partai seharusnya siap dengan risiko. Saat berkoalisi dan menang, bisa berada di pendukung kekuasaan. Tapi, saat kalah harus siap berada di oposisi.

“Kadang kita menjalin koalisi untuk memenangkan kekuasaan. Tapi kita juga harus siap menjadi oposisi ketika kalah dalam pertarungan perebutan suara,” katanya.

“Di situlah perbedaan Pak Amien dengan pimpinan PAN saat itu,” jelas Nazar.

Loyalis Amien Rais ini menceritakan, saat itu Amien Rais sebagai patron PAN membuat keputusan berani.

Mereka siap beroposisi karena kalah dalam Pilpres 2019.

“Kita tidak bisa sejalan dalam platform politik, terutama dalam memperjuangkan aspirasi umat, ya oposisi. Tapi mereka kan maunya terus berkuasa. Orientasinya kekuasaan dan kekuasaan. Sekali lagi, biarlah masyarakat yang menilai,” terangnya.

“Kalau dahulu merasa benar dan yakin langkah politiknya sejalan dengan aspirasi konstituen, kenapa takut. Mereka jelas tahu bahwa sikap konstituen sejalan dengan sikap Pak Amien,” katanya.(pojoksatu/fajar)

Bagikan berita ini:
10
7
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar