Isman Lewa Divonis Bebas, Pelapor Duga Ada Mafia Peradilan

Sabtu, 29 Mei 2021 21:17

ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Isman Lewa dinyatakan bersalah dan terpidana atas pembuatan akta hibah yang dibuat berdasarkan keterangan palsu. Pengadilan Negeri Makassar menjatuhkan vonis pidana 3 tahun 6 bulan pada tahun 2020.

Namun, ia dinyatakan bebas dalam putusan Pengadilan Tinggi Makassar nomor 660/PID/2020/PT.MKS pada 14 Januari 2021.

Mahkamah Agung mengabulkan permohonan kasasi Jaksa Penuntut Umum terhadap putusan Pengadilan Tinggi Makassar.

Pelapor, Daniel Sjaifuddin Lewa menilai ada sesuatu yang keliru dari putusan PT. Makassar yang membebaskan Isman Lewa.

Ia menduga ada permainan mafia peradilan yang ikut campur dalam perkara ini, sebab, putusan tersebut dinilai tak logis dan mengingkari akal sehat.

“Putusan Mahkamah Agung yang mengabulkan permohonan kasasi dari JPU terhadap putusan PT Makassar nomor 660/PID/2020/PT.MKS membuat permasalahan ini menjadi jelas” kata Daniel, Sabtu (29/5/2021).

Daniel mengatakan Isman pernah dipenjara pada tahun 2017 dengan perbuatan yang sama.

“Sebab itu, putusan sebelumnya terhadap perbuatan Isman seharusnya menjadi yurisprudensi bagi majelis hakim PT Makassar agar tidak menjadi rancu dan untuk tercapainya kepastian hukum,” tuturnya.

Lebih lanjut, Daniel berujar pertimbangan hukum dari putusan PT Makassar hanya mempertimbangkan dua keterangan saksi. Padahal, kata dia, di dalam pertimbangan hukum putusan PN Makassar terdapat enam orang saksi.

Bahkan, Majelis Hakim PT Makassar tidak mempertimbangkan keterangan dari saksi notaris A. Mindaryana Yunus. Padahal, kata dia, merupakan saksi kunci dalam perkara.

Bagikan berita ini:
5
6
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar