Ditahan Tanpa Bukti, Keluarga Terduga Teroris Bakal Ajukan Praperadilan

Sabtu, 29 Mei 2021 18:15

ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Penahanan terhadap dua dari 53 terduga teroris masih dilakukan. Sayang, status hukum dua orang itu dianggap belum jelas.

Dua orang itu adalah Muslimin dan Wahyudin yang ditangkap Densus 88 di dua lokasi berbeda di Kota Makassar, pada April 2021 lalu.

Direktur Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (LBH) Muslim, Abdullah Mahir menempuh langkah hukum.

Dia mengajukan praperadilan karena waktu masa penahanan kliennya itu sudah cukup lama, namun belum ada status hukum yang ditentukan penyidik kepada dua orang itu.

“Kami ajukan praperadilan. Suami dari klien kami sudah ditahan lebih 22 hari namun tak ada kejelasan. Sesuai KUHP, jika tidak ada dua alat bukti cukup, maka harus dibebaskan,” kata Mahir, saat dikonfirmasi, Sabtu (29/5/2021).

Lamanya waktu masa penahanan itu, lanjut Mahir, dianggap sudah menyalahi aturan dalam proses penyelidikan. Makanya dia ingin dua kliennya itu dibebaskan melalui jalur praperadilan yang diajukan ke PN Makassar.

“Ini sudah lewat batas waktu. Istri-istri (terduga teroris) juga tidak tahu status suaminya. Makanya kami menduga melanggar aturan,” tegasnya.

Rencananya, Mahir akan ajukan praperadilan ke PN Makassar pada hari Senin, (31/5/202) mendatang. Namun sebelum itu, dia meminta agar penyidik segera menetapkan status hukum Wahyudin dan Muslimin.

Jika tidak terbukti, dia meminta agar dua orang itu dibebaskan dan dikembalikan ke keluarganya. LBH Muslim sendiri akan terus mengawal kasus ini.

Bagikan berita ini:
5
10
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar