Sebelum Ajukan Praperadilan soal Terorisme, LBH Muslim Mengaku Dipimpong di Polda Sulsel

Sabtu, 29 Mei 2021 20:32

Kantor Polda Sulsel. (int)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Muslim masih mengawal nasib dua terduga teroris, yang saat ini masih ditahan di Mapolda Sulsel. Yakni Wahyudin dan Muslimin.

LBH menyebut, status hukum terhadap dua orang ini belum jelas. Beberapa kali LBH ingin bertemu dengan dua orang itu, namun justru merasa tak diladeni.

“44 hari penahanan Wahyudin, suami dari klien kami (istri Wahyudin) tak ada pemberitahuan dari Polda Sulsel dan Densus 88. Kabid Humas Polda Sulsel menyatakan tidak ada update informasi terbaru dari penyidik Densus 88 terkait status Wahyudin,” kata Direktur LBH Muslim, Abdullah Mahir, Sabtu (29/5/2021).

Dirinya mengaku sempat diarahkan ke Direktur Tahti Polda Sulsel untuk bertemu dengan Wahyudin. Namun sayang, mereka justru diarahkan ke penyidik Densus 88 dan tidak menerima respons apapun.

Nasib sama juga dialami oleh istri dari Muslimin. Saat ingin bertemu dengan Muslimin di ruang tahanan, Direktur Tahti Polda Sulsel mengarahkan bertemu dengan penyidik Densus 88 dan lagi-lagi belum direspons.

Abdullah Mahir pun menganggap, penahanan terhadap Wahyudin dan Muslimin di Mapolda Sulsel seakan tidak transparan. Padahal, masa penahanan sudah lewat 22 hari dan belum ada cukup bukti hingga keduanya belum ditetapkan tersangka kasus tindak pidana terorisme.

“Ini sudah lewat batas waktu. Istri-istri (terduga teroris) juga tidak tahu status suaminya. Makanya kami menduga (penyidik Densus 88) melanggar aturan,” tegas Mahir.

Bagikan berita ini:
5
3
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar