Asesmen Nasional akan Buat Kesenjangan Pendidikan di Indonesia Makin Transparan

Minggu, 30 Mei 2021 18:48

Sekolah tatap muka. (Ilustrasi)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Kepala Balitbang dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Anindito Aditomo mengatakan, melalui Asesmen Nasional (AN) perkembangan sistem pendidikan di setiap sekolah dan madrasah di Indonesia dapat terlihat dari waktu ke waktu. Termasuk kesenjangan antarsekolah, antarkelompok, antarsiswa, dan antardaerah.

“Kita akan melihat kesenjangan itu ada di mana saja supaya pemerintah bisa melakukan intervensi yang asimetris sesuai dengan kebutuhan. Kalau butuhnya pelatihan matematika, maka itu yang diberikan. Kemudian, kalau kebutuhannya sarana prasarana, itu juga yang diberikan. Jadi, nanti lebih tepat guna,” imbuh dia dalam keterangan tertulisnya, Minggu (30/5).

AN tidak hanya memotret hasilnya, tetapi juga memotret proses sebelumnya karena tujuannya adalah menghasilkan informasi yang bisa dipakai kembali oleh sekolah dan pemerintah daerah untuk melakukan perbaikan pembelajaran, karena proses pembelajaran itu bukan tentang menuntaskan kurikulum. Sekolah itu untuk mengembangkan kompetensi, bukan menuntaskan kurikulum dan secepat mungkin mengejar materi.

“Ketika misalnya pengajaran literasinya ternyata kurang, apakah karena gurunya tidak menggunakan buku-buku yang ada di sekolah dengan baik atau memang tidak ada bukunya, ini kan dua hal yang berbeda. Hal-hal sederhana seperti itu bisa kita tangkap dari AN dan kita kembalikan lagi kepada sekolah,” tutur dia.

Bagikan berita ini:
4
1
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar