Jangan Pilih-pilih Mengimani Isi Alquran

Minggu, 30 Mei 2021 12:45

Alquran. (Ilustrasi)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Bagi umat Islam, Alquran ibarat ruh kehidupan. Tanpa Alquran, kehidupan seorang muslim bagaikan jasad tanpa ruh. Kehadirannya adalah sebagai petunjuk bagi manusia dan merupakan prinsip-prinsip dasar untuk semua masalah kehidupan. Alquran juga berfungsi sebagai panduan hidup di dunia dan akhirat.

Allah SWT menegaskan pentingnya posisi Alquran melalui peristiwa Lailatul Qadar agar umat muslim senantiasa mengingat dan dekat dengan Alquran.

“Saya yakin tidak ada peristiwa yang dalam syariat kita diperingati secara kolosal, bahkan dikhususkan ibadah kecuali bahwa Allah menginginkan pada kita untuk mengingat suatu peristiwa Lailatul Qadar di mana Alquran diturunkan,” jelas Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah Fathurrahman Kamal dilansir dari kanal YouTuber Muhammadiyah, Minggu (30/5/2021).

Fathurrahman menjelaskan bahwa kata ganti dalam ayat pertama Surat Al-Qadr merujuk pada Surat Al-Alaq yang menegaskan soal Alquran dan Lailatul Qadar.

“Alquran adalah ruh bagi kita. Juga dikatakan Alquran adalah cahaya bagi kita. Ibarat tanpa cahaya, seseorang akan menghadapi banyak ketimpangan dalam kehidupan,” terangnya.

Berkenaan dengan Alquran, mengimani ayat-ayat yang ada di dalamnya pun menurut Fathurrahman harus total dan jangan pilih-pilih.

Seorang yang mengimani kekuasaan Allah dalam fenomena alam sepatutnya juga mengimani Alquran dengan menghindari berbagai larangan yang disebutkan di dalamnya.

Pertanyaannya adalah apakah keimanan kita pada kalamullah itu juga paralel dengan hukum-hukum yang seharusnya ada di realitas kehidupan kita? mengapa kita percaya pada fenomena bulan yang mengalami gerhana tapi tidak percaya dengan ayat-ayat Allah misalnya prihal larangan melakukan zina, larangan membunuh, larangan minum minuman keras. Ini pertanyaan yang sangat penting.

Bagikan berita ini:
8
7
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar