Kemenhan Bantah Isu Rencana Utang Luar Negeri Rp1,7 Kuadriliun demi Alutsista

Minggu, 30 Mei 2021 17:02

Presiden Jokowi bersama Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto usai rapim dengan jajaran Kemenhan, di Jakarta. (DE...

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Pertahanan (Kemenhan) membantah adanya isu pengadaan alutsista yang disebut-sebut mencapai USD 124.995.000, yang jika dikonversikan ini sekitar Rp 1.788.228.482.251.470 (kuadriliun). Infonya anggaran sebesar itu akan didapat melalui skema utang luar negeri.

Dirjen Strahan Kemenhan, Mayjen TNI Rodon Pedrason menegaskan, angka yang ada pada dokumen rancangan Perpres yang beredar tidak bisa dikonfirmasi kebenarannya. Karena proses pembahasan sampai saat ini masih berjalan.

“Apa yang tertera di dokumen yang beredar belum dapat dikonfirmasi. Pemerintah masih dalam proses perencanaan perpres. Prosesnya masih berjalan. Mari ditunggu,” kata Rodon Pedrason dalam keterangannya, Minggu (30/5).

Diketahui Rancangan Perpres tersebut beredar setelah Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menyatakan bahwa tengah menyiapkan masterplan alpalhankam selama 25 tahun yang ditugaskan oleh Presiden Joko Widodo.

Berdasarkan draf yang beredar, Perpres itu merupakan tindak lanjut rencana strategis khusus 2020-2024.

Dalam dokumen itu disebutkan untuk memenuhi kebutuhan pendanaan yang sangat besar. Rencananya, pengadaan alat-alat tersebut dijalankan hingga 2044 mendatang.

Menurut Rodon, untuk memenuhi kebutuhan alat utama sistem persenjataan dan memodernisasi alutsista, diperlukan pembiayaan yang mahal. Namun, alutsista itu sendiri akan dapat dipakai oleh TNI untuk menjaga kedaulatan negara dan keselamatan bangsa dalam jangka waktu yang lama.

“Tapi bahwa diperlukan modernisasi Alutsista itu sebuah keniscayaan. Alutsista itu boleh tua tapi gak boleh usang. Old but not obsolete. Namun figur pertahanan juga mesti modern dan kuat. Eligible dan capability yang mumpuni,” ujar Rodon.

Bagikan berita ini:
8
4
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar