Nurul Ghufron Tak Melihat Paham Radikal di KPK

Minggu, 30 Mei 2021 17:45

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengatakan, selama ini KPK dinilai ICW hanya sebagai lembaga penangkap koruptor. Jadi saat...

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron mengaku telah menyampaikan pembelaan terkait tudingan radikal terhadap lembaga antirasuah saat rapat bersama dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Dia menegaskan, tidak melihat paham radikal di KPK.

Dirinya mencontohkan, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata telah menjadi pimpinan lembaga antirasuah selama dua periode. Selama itu pula, kata Ghufron, Alex, sapaan akrab Alexander, tidak melihat adanya perilaku dan pemahaman radikal pada pegawai KPK.

“Kalau pegawai KPK kritis, tidak langsung menurut perintah tapi didiskusikan lebih dahulu itu iya, karena itu budaya kepegawaian di KPK,” kata Nurul Ghufron dikonfirmasi, Minggu (30/5).

Ghufron mengaku membaca rinci terkait asesmen tes wawasan kebangsaan (TWK) alih status pegawai menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Dia tak memungkiri, pegawai KPK kerap membantah perintah pimpinan jika memang itu bertentangan.

“Saya kebetulan membaca secara detil tentang hasil assesmen, misalnya yang mempertanyakan bagaimana menyikapi jika ada perintah pimpinan yang bertentangan dengan hati nurani, atau bertentangan dengan keyakinan agama atau nilai-nilai yang diyakini, di KPK ini ada nilai integritas maka pegawai-pegawai KPK mesti akan menjawab atau menolak perintah pimpinan jika bertentangan dengan nilai-nilai nurani,” ucap Ghufron.

Menirukan pernyataan rekannya Alexander Marwata, sambung Ghufron, jika mengikuti TWK juga meragukan akan lulus. Dalam rapat dengan BKN telah menyampaikan, TWK diharapkan sebagai ajang pembinaan bukan untuk memberhentikan pegawai KPK.

Bagikan berita ini:
5
3
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar