Pertanyaan-pertanyaan TWK Pegawai KPK, Pilihan Alquran atau Pancasila

Minggu, 30 Mei 2021 17:39

ILUSTRASI. KPK. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Tri Artining Putri mengungkapkan sejumlah kejanggalan dalam tes wawasan kebangsaan (TWK) alih status pegawai menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Wanita yang akrab disapa Puput ini salah satu nama yang disebut-sebut ke dalam daftar 75 pegawai tidak memenuhi syarat tes wawasan kebangsaan (TWK).

Puput mengaku pada 2 Maret 2021 para pegawai KPK menerima kiriman email dari Badan Kepegawaian Negara (BKN), yang pada intinya meminta untuk mencetak kartu seleksi ASN. Tetapi justru pihak internal KPK mengimbau agar para pegawai tidak menggubris email tersebut.

“Informasi dari internal bahwa jangan direspons dahulu hal tersebut karena sedang disiapkan sistem IT, begitu tahu email 1.351 email kepada pegawai KPK yang akhirnya diminta mencetak kartu seleksi calon ASN tanggal 2 Maret ini,Itu yang dikirimkan cukup membuat heboh di internal,” kata Puput dalam diskusi daring, Minggu (30/5).

Puput menyebut, penerimaan email dari BKN kepada pegawai KPK membuat heboh. Karena sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK, status pegawai KPK berlaih ke ASN, bukan melakukan seleksi ASN.

“Karena rata-rata pegawai bertanya-tanya, kok jadi tes seleksi calon ASN. Karena kan kami bukan melamar kerja, kami bukan melamar untuk menjadi CPNS. Kami adalah pegawai KPK yang sudah melalui seleksi beberapa tahap untuk masuk ke KPK lalu kami diminta untuk tes seleksi ASN,” cetus Puput.

Bagikan berita ini:
9
6
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar