Pertanyaan-pertanyaan TWK Pegawai KPK, Pilihan Alquran atau Pancasila

Minggu, 30 Mei 2021 17:39

ILUSTRASI. KPK. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

Dalam proses TWK yang digelar BKN, sambung Puput, tidak ada korelasinya dengan agenda pemberantasan korupsi. Puput menyebut, menjalani TWK selama 45 menit dengan kurang lebih mendapat 200 pertanyaan.

“Saya menjalani wawancara 45 menit dengan dua orang asesor, itu tidak ada sama sekali terkait dengan antikorupsi, tidak ada sama sekali pertanyaan tentang bahkan misalnya, apakah saya mengingat Undang-Undang Tipikor misalnya atau apakah saya mengingat tentang Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 misalnya itu tidak,” papar Puput.

Bahkan pihak asesor pun tidak memberitahu secara rinci mengenai pelaksanaan TWK itu dilakukan perekaman atau tidak. Tetapi ketika baru masuk ke dalam ruangan, Puput justru langsung mendapat pertanyaan.

“Wawancara ini akan direkam, wawancara ini semua akan direkam tidak ada pemberitahuan seperti itu. Jadi begitu saya masuk sudah ada dua asesor yang menunggu, dua-duanya laki-laki langsung bertanya,” beber Puput.

Puput mengaku mendapat pertanyaan yang intoleran dan bahkan hingga melecehkan. Pertanyaan itu terkait apakah dirinya bersedia menerima donor darah dari agama lain, kemudian apakah mengucapkan Hari Raya Natal kepada umat Kristen.

“Saya bilang iya saya mau menerima donor darah dari agama lain, karena menurut saya agama saya juga enggak tahu pasti hukumnya apa, lalu yang kedua apakah saya mengucapkan hari raya Natal kepada umat Kristen dan Katolik. Kalau saya bilang saya mengucapkan. Lalu dua asesor itu bilanh, bukannya enggak boleh digituin?, terus saya bilang siapa yang bilang enggak boleh. Saya mengucapkan, saya punya banyak kerabat Kristen dan Katolik dan saya mengucapkan hari raya Natal,” ungkap Puput.

Bagikan berita ini:
6
5
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar