PGI Berencana Surati Jokowi untuk Penyelamatan KPK

Minggu, 30 Mei 2021 20:44

Presiden Joko Widodo

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) menyatakan akan menyampaikan surat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk segera mengambil tindakan penyelamatan terhadap kondisi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal ini menyusul akan dipecatnya 51 pegawai dari KPK.

“Kita sangat prihatin dengan upaya-upaya pelemahan KPK yang terjadi selama ini, terutama yang memuncak dengan pelabelan intoleran dan radikalisme atas 75 pegawai KPK melalui mekanisme Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) belakangan ini,” kata Ketua Umum PGI, Gomar Gultom dalam keterangannya, Minggu (30/5).

Gomar memandang, 51 pegawai yang akan dipecat itu memiliki latar belakang kinerja yang baik dalam upaya pemberantasan korupsi. Dia menyesalkan hanya dengan alasan tidak memenuhi syarat tes wawasan kebangsaan (TWK) para pegawai yang berintegritas akan disingkirkan.

“Dengan disingkirkannya mereka yang selama ini memiliki kinerja baik serta memiliki integritas kuat dengan alasan tidak lulus TWK, dikuatirkan akan membuat para penyidik berpikir ulang untuk melaksanakan tugasnya dengan profesional seturut dengan kode etik KPK di masa depan, karena kuatir mereka di TWK kan dengan label radikal,” ucap Gomar.

Menurut Gomat, mereka yang akan disingkirkan banyak yang sedang menangani kasus-kasus korupsi yang sangat signifikan. Dia lantas menyebut, nama penyidik senior KPK, Novel Baswedan. Dalam kesempatan ini, Novel menyesalkan adanya anggapan radikal terhadap pihak-pihak yang bekerja profesional di KPK. ’’Bagaimana kita mau berbangsa bila yang selama ini bekerja profesional tiba-tiba dilabeli radikal dan menjadi musuh negara?,” cetus Novel.

Bagikan berita ini:
10
10
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar