Rencana Mutasi, Kepala Bappelitbangda dan Inspektorat akan Diisi Pamong Senior

Minggu, 30 Mei 2021 10:40

Ilustrasi mutasi

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Rencana mutasi kini menghantui pejabat pemprov Sulsel. Badan Kepegawaian Daerah (BKD) segera bersurat ke Kemendagri untuk permohonan izin uji kesesuaian kualifikasi dan kompetensi (job fit) untuk pengisian jabatan tertentu.

Saat ini penyelenggaraan pemerintahan di beberapa OPD memang tidak maksimal. Setidaknya ada 13 OPD yang dipimpin oleh Plt. Posisi yang lowong tersebut, haru segera diisi dalam waktu dekat.

Kepala BKD Sulsel, Imran Jausi sudah menerima arahan dari Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman untuk segera memproses rencana pengisian JPT Pratama, beberapa hari lalu. Tahap awal, pihaknya memilih mengisi posisi lowong dengan skema job fit.  

Skema pengisian ini, kata dia, utamanya untuk jabatan tertentu yang memang butuh diduduki oleh pamong senior. Misalnya saja posisi Kepala Bappelitbangda Sulsel dan kepala Inspektorat. 

Bukan melalui skema lelang jabatan.  Kata dia, ini untuk memastikan agar posisi twrsebut betul-betul diisi oleh orang terbaik. Jadi tidak lewat lelang dan diisi oleh orang baru, melainkan  job fit. 

“Sekarang kan ada 13 Plt kepala OPD. Cukup banyak, kalau dibiarkan pemerintahan tak maksimal. Makanya pak Plt perintahkan secara lisan untuk tindak lanjuti ini,” bebernya saat rapat bersama Komisi A DPRD Sulsel, kemarin. 

Nantinya, kata dia, Setelah job fit, barulah dilakukan proses lelang jabatan. Menurutnya persuratan untuk ini akan segera dikirim ke Kemendagri satu hari ini. Biasanya bituh waktu sepekan untuk menunggu perizinannya.  

Imran menjelaskan, terkait adminsitrasi memang butuh waktu. Apalagi karena posisi Plt, masih terbatas kewenangan. Jika perizinan ke Kemendagri rampung, barulah pihaknya meminta rekomendasi ke KASN.  

“Izin (job fit) harus kami ajukan dulu ke Kemendagri dengan melampirkan nama pejabat utama pemprov. Di Kemendagri prosesnya biasa nda sampai seminggu, kalau sudah kita meneruskan ke KASN,” ungkapnya. 

Termasuk menyetor perencanaan job fit dan nama-nama pansel yang ditugaskan oleh Plt gubernur.  Jika semua tuntas, kemudian dilanjutkan dengan seleksi terbuka. “Tahapannya itu nda sampai sebulan, kita upayakan bisa tuntas segera,” tambahnya.  

Pekan lalu Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman melakukan pertemuan tertutup dengan Dirjen Otoda Akmal Malik di rujab wagub, Kamis malam 20 Mei. Akmal yang tiba pukul 20.00 Wita, langsung masuk ke dalam rumah jabatan. 

Andi Sudirman Sulaiman mengaku jika dia berkonsultasi terkait tatanan pemerintahan ke depan. Kata dia, banyak visi misi yang mesti disinergikan dengan pemerintah pusat. 

Termasuk, dirinya juga mengkonsultasikan terkait rencana mutasi tersebut. Hanya saja Andi Sudirman belum bisa memastikan kapan rencana itu dimulai. Akan tetapi, dia telah meminta pertimbangan aturan untuk melakukan pergeseran pejabat dalam waktu dekat ini. 

“Kan banyak kepala daerah yang langsung menempatkan tidak sesuai dengan aturan. Beliau sampaikan aturan dan tatanannya seperti apa,” beber adik mantan mentan RI, Amran Sulaiman itu kepada FAJAR di kantor gubernur Sulsel beberapa waktu lalu. 

Pada prinsipnya, kata dia, Kemendagri mensuport upaya yang dilakukan pemprov. Termasuk untuk mutasi pejabat dalam waktu dekat ini. Hanya saja, Andi Sudirman tak ingin gegabah. Pasalnya evaluasi masih akan dilakukan.  

Nantinya ada beberapa pertimbangan untuk melakukan mutasi. Jejak temuan di Inspektorat menjadi salah satu penilaian penting. Begitupun dengan kinerja dan capaian APBD sesuai target yang telah diberikan.  

Anggota Komisi A DPRD Sulsel, Arfandy Idris mengatakan, pihaknya mengapresiasi langkah reposisi jabatan ini. Karena banyak penempatan pejabat tidak sesuai kapasitas kompetensi yang dimiliki, makanya tahapan ini mesti dilakukan.

Informasi yang dihimpun FAJAR, beberapa pejabat memang berpeluang untuk mengisi posisi Kepala Bappelitbangda. Namun, Andi Darmawan Bintang, yang kini sebagai Plt di OPD tersebut berpotensi didefenitifkan. Mengingat dia saat ini rangkap jabatan sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja Sulsel. 

Kemudian nama yang berpotensi tergeser adalah Kepala Dinas PUTR Sulsel Rudy Djamaluddin. Andi Bakti Haruni menjadi pejabat yang paling potensial menggantikan eks Pj wali kota tersebut. Sementara Rudy diparkir sebagai staf ahli atau dikembalikan ke Unhas. 

Lalu nama yang masuk dalam radar mutasi adalah Kepala BKAD Sulsel Muhammad Rasyid. Posisinya berpotensi digantikan oleh pejabat senior pemprov. Andi Arwin Azis yang kini menjabat sebagai Kadispora, jadi sosok yang berpeluang mengganti Muhammad Rasyid. (ful-muh)

Bagikan berita ini:
7
4
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar